PENCEMARAN
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Hidup merupakan sebuah proses yang harus
dilalui oleh setiap orang. Akan tetapi bagaimana memaknakan hidup dalam
arti yang sangat menyenangkan. Hidup terdapat proses berinteraksi dengan
sesamanya, yaitu, manusia dengan manusia, manusia dengan lingkungan
sekitar, dan lain sebagainya. Hal itu, tergolong dalam unsur-unsur
kehidupan di bumi.
Lingkungan merupakan sebuah tempat dimana
terdapat interaksi makhluk hidup tinggal. Di dalam lingkungan hidup
terdapat segala bentuk dan bagian yang tidak terpisahkan, seperti, air,
tanah, dan udara. Semua itu saling mengisi satu sama lain atau dapat
dikatakan saling melengkapi dalam pemenuhan makhluk hidup. Contoh, air
sangat dibutuhkan makhluk hidup untuk minum, membersihkan diri,
melindungi diri dari teriknya sinar matahari, dan lain sebagainya.
Tanah, digunakan untuk menanam, menyimpan air, dan lain sebagainya.
Udara, digunakan untuk bernafas, terbang, dan lain sebagainya.
Ke semua elemen itu memiliki manfaat dan
fungsi masing-masing. Akan tetapi, sangat merugikan apabila dalam
pengelolaannya tidak baik, apalagi sampai berlebihan dan tidak tepat
guna. Jika itu terjadi dapat saja sumber daya yang ada akan berkurang
jumlahnya atau berkurang kualitasnya. Kemudian, sumber daya yang ada itu
dikonsumsi oleh makhluk hidup dengan kualitas yang memungkinkan akan
menganggu makhluk hidup itu sendiri. Lalu bagaimana dengan sumber daya
yang terbatas jumlahnya, makhluk hidup akan saling bersaing dalam
menggunakan sumber daya tersebut demi terpenuhinya kebutuhan.
Dapat diambil contoh, dalam memenuhi
kebutuhan manusia segala sumber daya alam atau sumber daya manusia semua
terpakai demi menghasilkan produksi untuk pemenuhan kebutuhan.
Misalkan, pada masa silam terjadi revolusi industri di negera-negara
maju. Hal itu terjadi dikarenakan oleh pemenuhan kebutuhan manusia yang
memang harus terpenuhi demi kelangsungan hidup orang banyak. Tidak itu
saja, Presiden Amerika, George W. Bush, dalam majalah Gatra mengatakan
menolak keputusan pertemuan mengenai pemanasan global (UNFCCC) untuk
mengurangi produksi emisi dari hasil industri. Alasan Bush, jika
negeranya juga mengikuti peraturan untuk mengurangi produksi emisi gas
maka secara otomatis akan menganggu industri di negaranya. Hal itu akan
berdampak pada perekonomian yang akan terguncang dan tidak stabil.
Akhirnya, masyarakat Amerika akan kesulitan dalam pemenuhan kebutuhan
hidup sehari-hari.
Manusia sebagai penguna sumber daya alam
tersebut mencoba dalam menanggulangi permasalah tersebut. Dengan di
bentuknya isu-isu mengenai lingkungan, banyak sekali diskusi atau dialog
mengenai permasalahan lingkungan. Tidak itu saja, para ahli juga
berserikat dalam merumuskan kebijakan untuk memutuskan pemecahan masalah
mengenai lingkungan yang terjadi saat ini dan akan datang akibat dari
perilaku manusia dahulu. Tidak hanya para ahli masyarakat yang peduli
akan lingkungannya pun berpartisipasi dalam pemecahan masalah lingkungan
dengan membentuk sebuah kelembagaan atau institusi yang bergelut dalam
merumuskan dan memecahkan permasalahan lingkungan.
1.2 Identifikasi Masalah
Dari ulasan latar belakang di atas dapat terdeskripsikan bahwa :
- Apakah sumber daya yang tersedia dapat memenuhi pemenuhan kebutuhan makhluk hidup?
- Apakah dalam pengelolaan sumber daya yang ada diperlakukan se-efektif dan se-efisien mungkin?
- Adakah pengaruhnya terhadap lingkungan yang ada dengan aktifitas makhluk hidup (khususnya manusia)?
- Bagaimanakah solusi dan cara yang dapat dilakukan dalam manusia untuk tetap menyeimbangkan lingkungan tempat hidupnya?
1.3 Pembatasan Masalah
Permasalahan
yang telah dikemukakan di atas, dapat diambil pembatasan masalahnya
dengan fokus kepada Isu Lingkungan dengan pengkhususan, isu lingkungan
global, isu lingkungan nasional, isu lingkungan lokal. Objek dari kajian
adalah mengenai pencemaran air, pencemaran tanah, dan pencemaran udara.
Bahasan itu tersaji dalam isu lingkungan seperti atmosfer bumi, hujan
asam, lubang ozon, pemanasan global, fenomena el nino la nina, dan
tsunami.
1.4 Perumusan Masalah
Dari
identifikasi dan pembatasan masalah di atas, maka dapat dirumuskan
permasalahan sebagai berikut: “Bagaimanakah gambaran atau deskripsi Isu
Lingkungan?”.
1.5 Manfaat dan Kegunaan.
- Manfaat
Tulisan
ini dimaksudkan sebagai sumber bacaan untuk keperluan informasi ataupun
bagi siapa saja yang membutuhkan mengenai isu lingkungan. Tidak itu
saja, diharapkan dari tulisan ini dapat mengugah hati orang yang membaca
tulisan ini untuk mau berpartisipasi dalam penanganan masalah
lingkungan. Selain itu, tulisan ini dapat dimanfaatkan sebagai penambah
wawasan bagi pembaca mengenai isu lingkungan.
· Kegunaan
Dapat
dijadikan sebagai bahan kajian selanjutnya untuk melengkapi tulisan ini
sehingga segala informasi yang dibutuhkan dapat terpenuhi dan tidak ada
kekurangan. Selain itu, dapat dijadikan sebagai rujukan bagi orang yang
membutuhkan informasi akan isu lingkungan. serta dapat dijadikan sebagai
wacana untuk bahan diskusi bagi siapa saja yang memang sedang tertarik
untuk membahas mengenai isu lingkungan.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Pencemaran
Pencemaran
adalah adanya suatu zat dalam jumlah yang lebih dalam suatu lingkungan
yang dapat mengganggu kehidupan dalam lingkungan. Menurut
UU Republik Indonesia No 23 Tahun 1997 tentang pengolahan lingkungan
hidup, yang dimaksud dengan pencemaran lingkungan hidup yaitu masuknya
atau dimasukkannya mahluk hidup, zat, energy dan atau komponen lain ke
dalam lingkungan hidup, oleh kegiatan manusia sehingga kualitasnya
menurun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan hidup
tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukannya.
2.2 Jenis-jenis Pencemaran
Dampak
dari kemajuan industri dan teknologi dapat dirasakan langsung maupun
tidak langung. Dirasakan langsung apabila kegiatan industri dan
teknologi tersebut dapat dirasakan langsung oleh manusia. Dampak
langsung yang bersifat positif contohnya kegiatan industri dapat
berjalan cepat dan mudah sebab dilakukan dengan teknologi canggih,
contoh lain alat komunikasi dan transportasi di masa kini sudah cepat
dan mudah sebab kemajuan dari teknologi. Dampak langsung yang bersifat
positif memang diharapkan oleh manusia, tetapi dampak langsung ini juga
memiliki sifat yang negatif. Dampak langsung yang negatif di hindari
atau dikurangi, sebab dapat merugikan kualitas hidup manusia.
Dampak langsung yang bersifat negatif dapat di bagi menjadi tiga jenis :
A. Pencemaran Air
Pencemaran air adalah penyimpangan
sifat-sifat air dari keadaan normal, bukan dari kemurniaannya. Air yang
tersebar di alam semesta ini tidak pernah terdapat dalam bentuk murni,
namun bukan berarti semua air sudah tercemar. Adanya benda-benda yang
mengakibatkan air tersebut tidak dapat di gunakan sesuai peruntukkannya
secara normal disebut pencemaran.
v Aspek Fisika – Kimia air :
Sifat fisika – kimia air yang umum diuji dan dapat digunakan untuk menentukan pencemaran air adalah :
· Suhu
Air
sering digunakan sebagai media pendingin dalam berbagai proses
industri. Air pendingin tersebut akan mendapatkan panas dari bahan yang
didinginkan, kemudian dikembalikan ketempat asalnya, yaitu sungai atau
sumber air lainnya. Air buangan tersebut mungkin mempunyai suhu lebih
tinggi dari pada air asalnya.
Naiknya
suhu air akan menimbulkan menurunnya jumlah oksigen terlarut dalam air,
meningkatnya kecepatan reaksi kimia, mengganggu kehidupan ikan dan
hewan air lainnya, bila batas suhu yang mematikan terlampaui ikan dan
hewan air lainnya mungkin akan mati. Suhu air kali atau limbah yang
relatif tinggi ditandai dengan munculnya ikan-ikan dan hewan air lainnya
ke permukaan untuk mencari oksigen.
· Warna
Warna
air yang terdapat di alam sangat bervariasi, misalnya air di rawa-rawa
berwarna kuning, coklat, atau hijau. Air sungai biaanya berwarna kuning
kecoklatan karena memgandung Lumpur. Air limbah yang mengandung besi
dalam jumlah yang besar berwarna coklat kemerahan. Warna air yang tidak
normal biasanya merupakan indikasi terjadinya pencemaran air.
· Kekeruhan
Kekeruhan
air menunjukkan sifat optis air, yang mengakibatkan pembiasan cahaya ke
dalam air. Kekeruhan ini terjadi karena adanya bahan yang terapung dan
terurainya zat tertentu, seperti bahan organik jasad renik, Lumpur tanah
liat dan benda yang lain yang melayang atau terapung dan sangat halus
sekali.
· Daya hantar listrik
Semakin keruh air, maka semakin tinggi daya hantar listriknya.
· pH
Nilai
pH air yang normal adalah sekitar netral, yaitu antara 6-8, sedangkan
air yang tercemar nilai pHnya tergantung jenis pencemarannya
(limbahnya). Air segar dari pegunungan biasanya mempunyai pH yang lebih
tinggi, semakin lama pH air akan menurun menuju kondisi asam. Hal ini
karena bertambahnya bahan-bahan organik yang membebaskan CO2 bila
mengalami proses penguraian.
Air
limbah industri anorganik pada umumnya mengandung asam mineral dalam
jumlah yang tinggi sehingga keasamannya juga tinggi atau pHnya rendah.
Perubahan
keasaman pada air limbah, baik kea rah alkali (pH naik) maupun kearah
asam (pH turun0, akan mengganggu kehidupan ikan dan hewan air lainnya.
Selain itu, air limbah yang mempunyai pH rendah bersifat sangat lorosif
terhadap baja dan sering mengakibatkan pipa besi menjadi berkarat.
· Disolved Oxygen (DO)
DO
adalah jumlah oksigen terlarut dalam air. Di dalam air organisme yang
hidup di air memerlukan oksigen untuk kelangsungan hidup. DO dapat
membantu manusia untuk dapat dengan mudah menghitung berapa banyaknya
jumlah organisme yang hidup di air.
· Biochemichal Oxygen Demand (BOD)
BOD
menunjukkan jumlah Oksigen terlarut yang dibutuhkan organisme hidup
untuk menguraikan atau mengoksidasi bahan-bahan buangan di dalam air.
Jadi nilai BOD tidak menunjukkan jumlah bahan organik yang sebenarnya,
tetapi hanya mengukur secara relatif jumlah oksigen yang dibutuhkan
untuk mengoksidasi bahan – bahan buangan tersebut. Bila konsumsi Oksigen
tinggi, yang ditunjukkan dengan semakin kecilnya sisa Oksigen terlarut
di dalam air, maka berarti kandungan bahan buangan yang membutuhkan
oksigen adalah tinggi.
Pada
umumnya air yang tercemar kandungan Oksigennya sangat rendah. Hal ini
karena Oksigen yang terlarut di dalam air diserap oleh mikro organisme
untuk mencegah bahan buangan organik menjadi bahan yang mudah menguap
(ditandai dengan bau busuk).
Selain
itu, bahan buangan organik juga dapat bereaki dengan Oksigen yang
terlarut di dalam air mengikuti oksidasi biasa. Bahan organik biasanya
berasal dari indutri kertas, industri penyamakan kulit, industri
pengolahan bahan makanan (indutri roti, industri susu, industri mentega,
industri pembekuan udang, indutri pengalengan ikan), bahan buangan
limbah rumah tangga, bahan buangan limbah pertanian, kotoran hewan dan
kotoran manuia.
· Chemichal Oxygen Demand (COD)
Untuk
mengetahui jumlah bahan organik di dalam air dapat dilakukan suatu uji
yang lebih cepat dari uji BOD, yaitu berdasarkan reaksi kimia dari suatu
bahan oksidan. Uji COD adalah suatu pengujian yang menentukan jumlah
Oksigen yang dibutuhkan oleh bahan oksidan, untuk mengoksidasi bahan
organik yang terdapat di dalam air.
Banyak
bahan organik yang tidak mengalami penguraian biologis secara cepat
berdasarkan pengujian BOD selama 5 hari, tetapi senyawa organik tersebut
juga menurunkan kualitas air. Bakteri dapat mengoksidasi CO2 dan H2O.
· Karbondioksida bebas
Kepekatan
Oksigen terlarut dalam air bergantung kepada kepekatan Karbondioksida
yang ada. Bila udara bersentuhan dengan permukaan air, maka
Karbondioksida dari udara bertukar dengan yang ada di air.
Pada
air yang tenang terjadi sedikit pertukaran, bila air bergelombang maka
pertukaran akan menjadi lebih cepat. Proses petukaran yang terjadi
disebut difusi. Karbondioksida juga terdapat dalam air hujan yang
terbawa pada saat tete air turu dari udara. Hal ini mengakibatkan air
hujan agak berifat asam.
· Jumlah padatan
Semakin
keruh air juga dapat menyebabkan semakin banyak pula padatannya.
Padatan di dalam air akan mengendap pada dasar air, yang lambat laun
akan menimbulkan pendangkalan.
Akibat
lain dari padatan adalah tumbuhnya tanaman air tertentu dan menjadi
racun bagi makhluk lain. Banyaknya padatan menunjukkan banyaknya Lumpur
yang terkandung dalam air. Pada dasar air yang tercemar selalu
mengandung padatan.
· Nitrat
Nitrogen
sebagai sumber nitrat banyak terdapat di udara. Hanya sedikit organisme
yang dapat langsung memanfaatkan nitrogen udara. Tumbuhan air dapat
menghisap Nitrogen dalam bentuk Nitrat (NO3). Pengubahan dari nitrogen
bebas di udara menjadi nitrat dapat dilakukan secara biologi maupun
kimia. Transformasi ini disebut Fiksasi (peningkatan) Nitrogen.
Fiksasi
kimia terjadi karena petir di udara memberikan cukup energi untuk
menyatukan Nitrogen dan Oksigen, membentuk Nitrogen dioksida (NO2). Gas
ini bereaksi denga air membentuk Asam Nitrat (NO3).
· Amoniak
Tumbuhan
dan hewan yang telah mati akan diuraikan proteinnya oleh pembusuk
menjadi Amoniak dan senyawa Amonium. Nitrogen dalam air seni dan kotoran
akan berakhir menjadi amoniak juga. Bila Amoniak diubah menjadi Nitrat,
maka dalam air akan terdapat Nitrit. Nitrit akan berubah menjadi Nitrit
dalam perut dan keracunan Nitrit akan mengakibatkan wajah membiru dan
kematian.
· Fosfor
Fosfor adalah unsur kimia yang memiliki lambang P dengan nomor atom 15.Fosfor berupa nonlogam, bervalensi banyak, termasuk golongan nitrogen,
banyak ditemui dalam batuan fosfat anorganik dan dalam semua sel hidup
tetapi tidak pernah ditemui dalam bentuk unsur bebasnya. Fosfor amatlah
reaktif, memancarkan pendar cahaya yang lemah ketika bergabung dengan oksigen,
ditemukan dalam berbagai bentuk, dan merupakan unsur penting dalam
makhluk hidup. Kegunaan fosfor yang terpenting adalah dalam pembuatan
pupuk, dan secara luas digunakan dalam bahan peledak, korek api, kembang
api, pestisida, odol, dan deterjen.
· Logam
Menurut
kamus sains, logam adalah unsur yang bersifat mulur pada umumnya. Logam
dapat ditempa dengan dipanaskan pada suhu tertentu. Logam mempunyai
kilapan yang dapat memantulkan sinar. Massa jenis logam tinggi dan dapat
berfungsi sebagai penghantar kalor serta listrik yang baik.
Contoh : besi, timbal, dan tembaga.
Air
adalah zat-zat pelarut dalam tubuh. Kemudian bagaimana air yang dapat
dikonsumsi manusia untuk dapat melarutkan zat-zat dalam tubuh adalah
sebagai berikut :
1. Tidak berwarna
2. Tidak berasa
3. Tidak berbau
4. Babas kuman
5. Tidak mengandung bahan-bahan kimia yang berbahaya.
Tidak
hanya itu saja, air untuk dikonsumsi sebeluhnya dipastikan terlebih
dahulu bakteri di dalam air. cara menghilanng bakteri tersebut adalah
dengan memasak air tersebut sampai titik didih air, yaitu sebesar 100ºC.
Semua bakteri yang terdapat didalamnya sudah mati termasak oleh titik
didih air.
Temperature
(suhu) air, temperature air merupakan hal yang terpenting dalam
kaitannya dengan tujuan penggunaan, pengolahan untuk menghilangkan
bahan-bahan pencemar serta pengangkutannya, temperature air tergantung
sumbernya, temperature normal air di alam (tropis) sekitar 20ºC sampai
30ºC, untuk sistem air bersih, temperature ideal berkisar antara
5ºC-10ºC.
Air
memiliki nilai ambang dan menghasilkan pembagiaan berdasarkan pH. Jika
air dengan pH dibawah 7, artinya mengandung zat cair yang sifatnya asam.
Sedangkan air dengan pH di atas 7, artinya air mengandung zat yang
bersifat basa.
Dalam
kondisi tertentu, 5 jenis air berikut ini bisa menjadi nitrit dan zat
lain yang beracun dan merusak, dapat menyebabkan kerusakan tertentu
terhadap tubuh manusia.
Air Usang :
Atau
yang dikenal (air mati), artinya air yang sudah tersimpan lama dan
tidak di gunakan (minum). Jika sering mengonsumsi air demikian, dapat
menyebabkan metabolisme sel anak-anak yang belum dewasa melamban,
akibatnya mempengaruhi pertumbuhan tubuhnya, penuaan pada laki-laki
setengah umur akan bertambah cepat, rasio terjadinya penyakit kanker
lambung dan kanker kerongkongan di sejumlah besar daerah terus
meningkat, ini mungkin berhubungan dengan seringnya mengonsumsi air
usang. Zat beracun dalam air usang akan terus bertambah dan bertambah
seiring dengan masa penyimpanan air.
Air mendidih lama :
Air
mendidih lama adalah air yang sudah mendidih sepanjang malam atau sudah
lama di kompor. Air demikian, karena dimasak terlalu lama, sehingga zat
yang tidak menghawa dalam air seperti kalsium, magnesium atau kandungan
logam berat lain dan nitrit sangat tinggi. Jika minum air seperti ini
dalam jangka panjang, dapat mengganggu fungsi lambung dan usus, terjadi
diare sementara, perut kembung, nitrit yang mengandung racun dapat
mengakibatkan organisme kekurangan oksigen, jika parah bisa pingsan dan
kejang, bahkan kematian.
Air panci kukus :
Yang
dimaksud air panci kukus adalah air kukusan mantou atau air sisa kukus,
air panci kukus yang digunakan secara berulang-ulang, kepekatan
nitritnya sangat tinggi. Jika sering mengonsumsi air demikian, atau
memasak bubur dengan air demikian, dapat menyebabkan nitrit keracunan,
kerak kerap meresap ke tubuh mengikuti air, dapat menyebabkan perubahan
patologis pada sistem pencernaan, saraf, saluran kemih dan pembuatan
darah, bahkan mengakibatkan penuaan dini.
Air yang tidak dimasak :
Air
ledeng yang kita konsumsi, semuanya melalui proses klorin. Dalam air
yang diproses klorin dapat memisahkan 13 jenis zat merugikan, di
antaranya hidrokarbon halogen, klorofom yang berefek menyebabkan kanker
dan cacat. Saat suhu air mencapai 90 °C, kadar hidrokarbon halogen yang
semula 53 mg/kg-nya naik menjadi 177 mg, 2 kali lipat lebih tinggi dari
standar kesehatan air minum nasional yang ditetapkan. Ahli terkait
menuturkan, bahwa kemungkinan terjangkit penyakit kanker kandung kemih
dan kanker poros usus dengan mengonsumsi air yang belum dimasak
meningkat 21-38 %. Ketika suhu air mencapai 100 °C, kedua zat yang
merusak ini akan berkurang drastis seiring dengan penguapan, dan aman
dikonsumsi jika di-didihkan lagi selama 3 menit.
Air yang dimasak kembali :
Ada
yang terbiasa minum air yang dimasak kembali dari air yang tersisa
dalam termos, tujuannya adalah menghemat air, menghemat batu bara (gas)
dan waktu. Tapi penghematan ini tidak layak. Sebab air yang sudah
dimasak kemudian direbus lagi, membuat air menguap lagi, sehingga dengan
demikian nitritnya akan meningkat, dan jika sering mengonsumsi air
demikian akan terjadi penumpukan nitrit di dalam tubuh.
v Sumber Pencemaran Air
· Hujan
1. Hujan Asam (Sulfur Dioksida, Nitrogen Dioksida)
2. Pencemaran udara: asap knalpot kendaraan bermotor, asap pabrik
· Permukaan Bumi
1. Industri: bahan kimia, sisa toksik, logam berat, minyak, radioaktif
2. Pertanian: pestisida, bahan kimia
3. Manusia: sisa bahan cucian, sampah, kuman, bakteri, virus
Parit & Sungai: semua pencemaran dari hujan dan permukaan mengalir ke parit lalu ke sungai.
· Rumah Tangga
1. Pipa air (berkarat)
2. Tangki air (kuman, parasit, cacing, serangga
B. Pencemaran Udara
Pencemaran
udara diartikan sebagai adanya bahan atau zat di dalam udara yang
menyebabkan perubahan susunan (komposisi) udara normalnya. Kehadiran
bahan atau zat asing dalam udara dalam jumlah tertentu serta berada di
udara dalam waktu yang cukup lama, akan dapat mengganggu kehidupan
manusia, hewan dan tumbuhan. Bila keadaan seperti tersebut terjadi maka
udara dikatakan telah tercemar, berarti kenyamanan hidup manusia
terganggu.
Udara
merupakan campuran dari berbagai macam gas yang perbandingannya tidak
tetap, tergantung pada suhu udara, tekanan udara dan lingkungan
sekitarnya. Dalam udara terdapat Oksigen (O2) untuk bernapas,
Karbondioksida (CO2) untuk proses foto sintesis oleh hijau daun
(klorofil) dan Ozon (O3) untuk menahan sinar ultraviolet.
Udara
bersih yang kita hirup merupakan gas yang tidak tampak, tidak berbau,
tidak berwarna, dan tidak berasa. Tetapi, udara yang benar-benar bersih
sudah sulit diperoleh, terutama di kota-kota besar. Udara yang tercemar
dapat merusak lingkungan dan kehidupan manusia, kerusakan lingkungan
berarti berkurangnya daya dukung alam yang selanjutnya mengurangi
kualitas hidup manusia.
v Komponen pencemaran udara
Jumlah
komponen pencemaran udara tergantung pada sumbernya. Komponen
pencemaran udara bisa mencemari udara secara sendiri-sendiri atau secara
bersama-sama. Berdasarkan asal dan kelanjutan perkembangannya di udara,
pencemaran udara dibedakan menjadi dua, yaitu :
A. Pencemaran udara primer, yaitu :
Pencemaran
di udara yang ada dalam bentuk yang hampir tidak berubah, ama seperti
pada saat dibebakan dari sumbernya sebagai hasil dari suatu proses
tertentu.
Pencemaran udara primer digolongkan menjadi lima, yaitu :
· Carbon monoksida (CO)
Suatu
komponen gas yang tidak berwarna, tidak berbau dan tidak mempunyai
rasa. Carbon monoksida terbentuk dari proses pembakaran tidak sempurna
terhadap carbon atau komponen yang mengandung carbon atau reaksi antara
carbon dioksida dan komponen yang mengandung carbon pada suhu tinggi
atau pada suhu tinggi carbon dioksida terurai menjadi carbon monoksida
dari atom oksigen.
Sumber
carbon monoksida yang paling banyak adalah transportasi yang
menggunakan bensin sebagai bahan bakarnya. Sumber CO yang kedua
terbanyak adalah pembakaran hasil-hasil pertanian (sampah, sisa-sisa
kayu di hutan). Sumber CO yang ketiga adalah indutri besi dan baja.
Pengaruh CO terhadap tubuh terutama disebabkan karena reaksi antara CO
dengan Hemoglobin (Hb) di dalam darah.
Hemoglobin
dalam darah secara normal berfungsi dalam system transport untuk
membawa oksigen (O2) dlam bentuk oksihaemoglobin (O2Hb) dari paru-paru
ke sel tubuh, dan membawa carbon dioksida (CO2) dalam bentuk CO2Hb dari
sel-sel tubuh ke paru-paru. Dengan adanya CO, hemoglobin dapat membentuk
karboksihaemoglobin (COHb). Jika reaksi demikian yang terjadi maka
kemampuan darah untuk mentransfer oksigen menjadi berkurang. COHb dalam
darah dengan konsentrasi yang tinggi berpengaruh terhadap system saraf
sentral, reaksi pancaindra tidak normal, pandangan kabur. Bila
konsentrasi COHb lebih tinggi, dapat mengakibatkan kepala pusing, mual,
berkunang-kunang, pingsan, sulit bernapas dan dapat mengakibatkan
kematian.
· Nitrogen Oksida (NOx)
Nitrogen
oksida adalah kelompok gas di atmosfer, terdiri dari gas Nitrat oksida
(NO) Nitrogen dioksida (NO2). NO merupakan gas yang tidak berwarna dan
tidak berbau, sebaliknya NO2 mempunyai warna coklat kemerahan dan berbau
menyengat. Gas NO2 di udara terutama berasal dari buangan hasil
pembakaran yang keluar dari generator pembangkit listrik stationer atau
mesin-mesin yang menggunakan bahan bakar gas alam.
Kebakaran
hutan, pembakaran sampah padat, pembakaran sampah pertanian. NO
mempunyai kemampuan membatasi kadar oksigen dalam darah, seperti halnya
CO. mudah bereaksi dengan oksigen membentuk NO2. bila NO2 bertemu dengan
uap air di udara atau dalam tubuh manusia akan terbentuk HNO2 yang
sangat merusak tubuh. Karena itu NO2 akan terasa pedih bila mengenai
mata, hidung, saluran napas, dan jantung. Konsentrasi yang tinggi dapat
menyebabkan kematian. NO2 akan dapat merusak barang-barang logam,
menimbulkan karat. NO2 dapat mengabsorbsi sinar ultraviolet dari
matahari.
· Hydrocarbon (HC)
Komponen
Hidrocarbon hanya terdiri dari unsure Hidrogen dan Carbon. Pembakaran
tidak sempurna dalam mesin mobil, pengisian bensin ke dalam tangki
bensin kendaraan selalu terjadi penguapan. HC dapat berupa gas, cair dan
padat. Senyawa HC dapat menyebabkan kanker.
· Sulfur Oksida (Sox)
Sox
terutama disebabkan oleh dua komponen gas yang tidak berwarna, yaitu
sulfur dioksida (SO2) dan sulfur triokida (SO3). SO2 mempunyai
karakteristik bau yang tajam dan tidak terbakar di udara, sedangkan SO3
merupakan komponen yang tidak reaktif. SO2 yang bila bereaksi dengan uap
air akan membentuk asam sulfat, yang akan merusak permukaan logam (rel
kereta api, kendaraan, pagar halaman rumah), merusak batu-batuan
(granit, pualam), merubah warna benda dan benda menjadi rapuh (plastik,
karet, kertas). Sox mengakibatkan iritasi pada system pernapasan.
Pencemaran Sox di udara terutama dari pemakaian batubara yang digunakan
pada kegiatan industri, transportasi, proses industri.
· Partikel
Partikel
adalah pencemar udara yang dapat ada bersama-sama dengan bahan atau
pencemar lainnya. Partikel meliputi berbagai macam bentuk dan dapat
berupa :
§ Aerosol
Partikel yang tercampur dan melayang di udara
§ Fog atau kabut
Partikel berupa butiran air yang ada di udara
§ Smoke atau asap
Partikel berupa campuran antara buatan padat dan cairan yang terhambur melayang di udara.
§ Dusk atau debu
Partikel berupa butiran padat yang terhambur dan melayang di udara karena ada hembusan angin
§ Mist (mirip kabut)
Butiran cair yang terhambur dan melayang di udara (bukan butiran air)
§ Fume (mirip asap)
Hanya penyebabnya aerosol yang berasal dari kondensasi uap panas
§ Plume
Asap yang keluar dari cerobong asap suatu industri (pabrik)
§ Haze
Semua aerosol yang mengganggu pandangan di udara
§ Smog
Bentuk campuran antara smog dan fog
§ Smaze
Campuran antara smoke dan haze
Polutan
terebut akan berpengaruh pada manusia bila partikel tersebut masuk
kedalam tubuh manusia melaluisistem perapasan. Faktor yang paling
berpengaruh terhadap istem pernapasan terutama dimensi partikel yang
akan menentukan seberapa jauh penetrasi partikel kedalam system
pernapaan. System pernapasan memiliki beberapa system pertahanan yang
mencegah masuknya partikel-partikel tersebut kedalam paru-paru.
Partikel
berpengaruh terhadap tanaman terutama debunya, dimana debu-debunya bila
bergabung dengan uap air atau hujan (gerimis) akan membentuk kerak yang
tebal pada permukaan daun yang tidak dapat dibilas dengan air hujan,
kecuali dengan menggosoknya. Lapisan kerak tersebut akan mengganggu
berlangsungnya proses fotosintesis pada tanaman, karena menghambat
masuknya sinar matahari ke permukaan daun dan mencegah adanya pertukaran
CO2 dengan oksigen. Akibatnya tanaman akan terganggu.
Pencemaran
partikel yang berasal dari alam eringkali wajar. Kalaupun terjadi
gangguan terhadap lingkungan yang mengurangi tingkat kenyamanan hidup,
maka hal tersebut akandianggap sebagai musibah bencana alam. Contohnya
abu dan bahan vulkanik dari letusan gunung api. Sumber pencemaran
partikel akibat ulah manusia ebagian besar berasal dari pembakaran
batubara, proses industri, kebakaran hutan, gas buang alat transportasi.
B. Pencemaran udara sekunder, yaitu :
Semua
pencemaran di udara yang sudah berubah karena reaksi tertentu antara
dua atau lebih polutan. Umumnya polutan sekunder tersebut merupakan
hasil antara polutan primer dengan polutan lain yang ada di udara.
Misalnya Ozon (O3), yaitu terjadi antara molekul-molekul Hidrocarbon
(HC) yang ada di udara denga Nitrogen Oksida (NOx) melalui pengaruh
sinar ultraviolet dari matahari.
C. Pencemaran Tanah
Dalam
keadaan normal, tanah harus dapat memberikan daya dukung bagi kehidupan
manusia baik untuk pertanian, peternakan, kehutanan maupun pemukiman.
Tanah merupakan sumber daya alam yang mengandung bahan organik dan
anorganik, yang mampu mendukung pertumbuhan tanaman. Sebagai faktor
produksi pertanian, tanah mengandung air dan mineral, yang perlu
ditambah untuk mengganti yang habis dipakai.
Pencemaran tanah dapat terjadi secara langsung dan tidak langsung. Pencemaran tanah yang disebabkan secara langsung adalah :
· Pupuk
(penggunaan pupuk yang secara berlebihan), zat atau campuran zat yang
mengandung unsure-unsur yang diperlukan untuk tumbuhan dan dimasukan
dalam tanah. Unsur-unsur utama yang diperlukan tumbuhan ialah nitrogen
(dalam amonium nitrat, amonium sulfat, urea) fosfor (dalam superfosfat),
dan kalium (dalam kalium klorida). Unsure utama kedua ialah kalsium,
magnesium, dan belerang. Selain itu tumbuhan juga memerlukan
unsure-unsur lain dalam jumlah yang sangat sedikit yang disebut unsur
runutan, yaitu besi, tembaga, boron, mangan, seng, dan molybdenum.
· Pestisida,
zat organic atau anorganik yang digunakan untuk membunuh atau
menghambat pertumbuhan atau hewan. Contoh : Insektisida, Herbisida, dan
Mitisida.
· Insektisida,
suatu jenis pestisida yang dibuat khusus untuk mengontrol pertumbuhan
insek, aman bagi hewan maupun tumbuhan. Isektisida awalnya dari kata
insek yang berarti serangga. Namun, serangga ini sangat menganggu hasil
panen para petani. Akhirnya, serangga itu di basmi dengan menggunakan
insektisida hasil temuan manusia untuk membunuh serangga. Pada umumnya
insektisida tidak berbahaya. Akan tetapi dapat berbahaya jika digunakan
tidak terkontrol. Sebab unsur hara atau nilai ambang batas pada tanah
tidak seimbang.
· Limbah
(pembuangan limbah yang tidak dapat diuraikan, seperti plastik).Limbah
biasanya dihasilkan dari sisa-sisa produksi yang sudah tidak dapat
digunakan atau dimanfaatkan lagi. Limbah itu sendiri biasa dihasilkan
oleh industri besar seperti pabrik, atau lain sebagainya. Limbah juga
dapat dihasilkan oleh rumah tangga berupa limbah rumah tangga.
Sedangkan, pencemaran tanah yang disebabkan secara tidak langsung :
· Melalui air
Air
yang mengandung pencemar akan mengubah susunan kimia tanah sehingga
mengganggu jasad hidup dalam tanah atau di permukaan tanah.
· Melalui udara
Udara yang tercemar akan menurunkan hujan yang mengandung bahan pencemar, akibatnya tanah juga akan tercemar.
Dampak
dari pencemaran air dari segi kesehatan, air tidak dapat melarutkan
xat-zat dan tidak menutup kemungkinan kesehatan akan terganggu. Sebab
air dalam tubuh manusia terdapat berkisar 65 %. Dari jumlah seperti itu
mungkin secara langsung tidak dapat mengkonsumsi air.
Dampak
pencemaran air pada lingkungan, disekitar lingkungan tercemar akan
nampak rasa ketidaknyamanan untuk tinggal. Sebab air dapat saja
terkontaminasi dengan unsur pencemar yang ada. Selai itu, air juga
dibutuhkan untuk melkukan fotosintesis dan lainnya. Namun, air sudah
terlarut dengan zat pencemar yang dapat mengakibatkan tumbuhan mati
Karena air yang digunakan sudah tercemar.
2.3 Isu lingkungan global
Permasalahan
lingkungan, terutama yang berkaitan dengan pencemaran udara, menjadi
isu global karena meliputi seluruh muka bumi. Tidak ada satu bangsa dan
Negara pun yang dapat menghindar dari dampak tersebut. Masalah
lingkungan juga berkaitan dengan ekonomi global, sehingga merupakan
masalah yang rumit. Karena kerumitan tersebut dan sifatnya global,
penanganan masalah lingkungan membutuhkan solidaritas dan kerjasama
antar bangsa.
Permasalahan
lingkungan tidaklah bertentangan dengan pembangunan, bahkan pembangunan
dibutuhkan untuk mengatasi masalah lingkungan, khususnya di
negara-negara yang sedang berkembang. Tata ekonomi dunia saat ini
merupakan salah satu penyebab kerusakan lingkungan. Sebagai contoh,
untuk membayar hutang dan meningkatkan pembanngunan sebuah negara,
negara-negara sedang berkembang terpaksa harus mengeksploitasi sumber
dayanya secara membabi-buta, sehingga akan semakin memperparah rusaknya
lingkungan negara-negara tersebut.
Sistem
proteksionisme di negara maju juga mempunyai dampak yang sama, karena
mengakibatkan kerugian ekonomi yang besar pada negara-negara sedang
berkembang. Dengan demikian, baik karena sifat masalah lingkungan yang
global maupun karena keterkaitannya dengan ekonomi dunia yang telah
mengalami globalisasi, masalah lingkungan kini bersifat global. Tak ada
satu negarapun di dunia yang dapat menangani masalah lingkungan sendiri
tanpa campur tangan negara lain, walaupun sebagai negara adikuasa. Untuk
menangani masalah lingkungan dibutuhkan solidaritas dunia, karena
sifatnya yang global dan keterkaitannya pada perekonomian global.
v Masalah lingkungan yang menjadi isu global antara lain :
· Atmofer bumi
Di
atmosfer bumi inilah terdapat masalah lingkungan yang menjadi salah
satu isu lingkungan global. Karena, gejala GRK (Gas Rumah Kaca) terjadi
pada salah satu bagian dari atmosfer ini. Mengapa dapat dikatakan
sebagai isu global? Sebab, pada beberapa waktu lalu telah diadakan
konferensi mengenai pemanasan global, dan Indonesia mendapatkan
kesempatan dalam pertemuan konferensi UNFCCC (United Nations Framework
Convention on Climate Change) di Nusa Dua, Bali.
Pertemuan
tersebut, mengulas mengenai pemanasan global yang telah terjadi pada
saat ini dengan awal permulaan pada revolusi industry di masa silam.
Atmosfer bumi ini telah menampung beberapa gas polutan yang telah
mencemari udara bebas bumi. Atmosfer bumi ini memiliki beberapa lapisan,
yaitu :
1. Troposphere berasal
dari kata Yunani yang berarti “berubah”. Troposfer merupakan lapisan
atmosfer terendah berawal dari permukaan bumi hingga kira-kira 7
kilometer tingginya di kawasan kutub dan sekitarnya 17 kilometer di
ekuator. Troposfer mempunyai peran penting sebagai pengatur suhu akibat
pantulan radiasi sinar matahari yang mereka terima dari permukaan bumi.
Hal ini menjadi cirri khas dari troposfer, yakni suhu udara berkurang
setiap naik 100 meter dari permukaan laut sekitar 0,5º – 0,6ºC di daerah
tropika. Sedangkan di puncak troposfer, disebut tropopause, berkisar
antara -55ºC sampai -60ºC (-67ºF sampai -75ºF). Ketika terjadi panas
akibat radiasi, tekanan udara menjadi turun. Akibatnya terjadilah
pengembunan dan pelepasan panas. Karena itu, sebanyak 75 % kandungan
troposfer adalah uap air dan aerosol.
2. Stratosphere diambil dari kata latin stratus yang
berarti “bertingkat”. Lapisan stratosfer dimulai dari batas troposfer,
yakni dari 7-17 kilometer hingga 50 kilometer tingginya. Temperature
lapisan ini bertinggkat sesuai dengan ketinggiannya. Bagian yang lebih
panas berada di atas, sedangkan yang bersuhu dingin berada di bawah.
Suhu pada stratopause, puncak stratosfer, sekitar 0ºC (32ºF). Pada
stratosfer inilah terdapat lapisan ozon, yang bertugas melindungi bumi
dari radiasi matahari berupa penyaringan radiasi ultraviolet. Posisi
lapisan ozon bersemayam kira-kira 15-35 kilometer dari permukaan bumi.
Ketebalannya bergantung pada kondisi cuaca dan geografis. Lapisan ini
ditandai dengan tidak ditemui lagi uap air, awan, maupun debu atmosfer.
Stratosfer biasa digunakan manusia sebagai jalur transportasi udara
berupa pesawat-pesawat bermesin jet.
3. Mesosphere dikutip
dari kata Yunani yang berarti “tengah”. Lapisan mesosfer berawal dari
batas stratosfer kira-kira 50 kilometer hingga 80-85 kilometer. Di
lapisan inilah temperature berkurang sesuai dengan tingkat ketinggian.
Suhu udara di lapisan ini diperkirakan mencapai -83ºC (-120ºF). Para
ahli memperkirakan daya tarik bumi telah bekerja di lapisan mesosfer.
Jadi pada lapisan inilah banyak meteor dan benda langit lainnya terbakar
ketika mendekati bumi.
4. Thermosphere, ketebalan
lapisan ini berawal dari 80-85 kilometer hingga lebih dari 640
kilometer. Thermosfer berasal dari kata latin yang berarti “panas”. Di
lapisan ini terjadi proses penyerapan radiasi sinar X dan ultraviolet
dipancarkan oleh matahari disebut dengan inverse suhu. Di
daerah thermosfer bagian atas suhu udara dapat mencapi 1.100ºC – 1.650ºC
(2.000ºF – 3.000ºF). Temperature pada lapisan ini meningkat seiring
dengan ketinggian. Lapisan ini juga memantulkan gelombang radio yang
dipancarkan sehingga dapat ditangkap menara penerima dibagian bumi lain.
5. Ionosphere adalah
bagian atmosfer yang terionisasi oleh radiasi matahari. Lapisan ini
sangat penting bagi system kelistrikan atmosfer berupa terkonsentrasinya
ion positif (proton) dengan ion negatif (electron) dan terwujudnya
fenomena medan magnet udara. Seperti halnya thermosfer, lapisan ini juga
berperan penting dalam bekerjanya suatu gelombang radio. Pada lapisan
ionosfer juga terjadi gejala alam aurora.
6. Exosphere, boleh
dibilang merupakan lapisan terluar atmosfer dimulai dari 500- 1.000
kilometer hingga di atas 10. 000 kilometer tingginya. Pada lapisan ini
gaya gravitasi bumi amat lemah sehingga segala partikel dan benda-benda
dapat dengan mudah lepas dari bumi dan bergerak menuju angkasa raya.
· Hujan asam
Pembakaran
bahan bakar fosil mengakibatkan terbentuknya asam sulfat dan asam
nitrat. Asam-asam ini dapat dideposisikan pada hutan, tanaman pertanian,
danau, dan gedung, sehingga mengakibatkan kerusakan dan kematian
organisme hidup. Kerusakan menjadi lebih parah dengan terbentuknya ozon
yang beracun dari pencemar Nox.
Untuk mengurangi kerugian tersebut perlu dilakukan berbagai usaha, antara lain :
a. menggunakan bahan bakar dengan kadar belerang yang rendah
b. mengurangi kadar belerang dalam bahan baker sebelum dibakar
c. melakukan penghematan energi
Hujan
yang normal adalah yang tidak tercemar, mempunyai pH sekitar 5,6 jadi
agak bersifat asam. Hal ini disebabkan oleh terlarutnya asam karbonat
(H2CO3) yang terbentuk dari gas CO2 dalam air hujan. Asam karbonat ini
bersifat asam lemah sehingga tidak merendahkan pH air hujan. Bila air
hujan terkontaminasi oleh asam kuat, pH air hujan turun menjadi di bawah
5,6 dan hujan yang demikian disebut hujan asam.
· Lubang ozon
Lapisan
ozon adalah lapisan pelindung atmosfer bumi yang berfungsi sebagai
pelindung terhadap sinar ultraviolet yang datang berlebihan dari sinar
matahari lapisan ozon terdapat di stratosfer.
Di
lapisan stratosfer terdapat ozon, yang berfungsi melindungi makhluk
hidup di muka bumi dari sinar ultraviolet matahari, sedangkan ozon dalam
lapisan troposfer mempunyai dampak lain terhadap makhluk hidup di muka
bumi, walaupun mempunyai susunan kimia yang sama. Ozon di troposfer
bersifat racun dan merupakan salah satu dari gas rumah kaca (GRK).
Jika
konsentrasi ozon yang terjadi pada lapisan stratosfer menurun maka akan
terbentuk yang disebut lubang ozon. Lubang ozon dikhawatirkan akan
meningkatkan jumlah penyakit kanker, penyakit katarak mata, menurunnya
daya imunitas tubuh dan menurunkan produksi pertanian dan perikanan.
Penyebab
utama lubang ozon adalah sekelompok zat kimia yang disebut Chloro
Fluoro Carbon (CFC) sebagai zat buatan manusia yang biasa digunakan
untuk aerosol (gas pendorong), alat pendingin udara (kulkas / AC),
industri plastik, karet busa, Styrofoam dan sebagainya. Oleh karena itu
penggunaan CFC harus dibatasi dan dicari zat pengganti, sehingga
akhirnya dapat dihentikan. Usaha ini akan mempunyai dampak ekonomi yang
besar.
· Pemanasan global
Pemanasan global sangat besar dampaknya pada lingkungan.
Dampak
tersebut berupa perubahan iklim di muka bumi dan naiknya permukaan air
laut. Diperkirakn akan menjadi peningkatan curah hujan pada suatu daerah
dan di daerah lain akan sangat kekurangan curah hujan. Hal ini tentu
akan mengacaukan sistem pertanian, Frekuensi dan intensitas badai topan
akan meningkat.
Naiknya
permukaan air laut akan mengakibatkan tenggelamnya daerah dataran
rendah, meningkatnya erosi pantai (abrasi), meningkatnya intrusi air
laut. Pemanasan global umumnya diakibatkan oleh adanya gas rumah kaca
(GRK), yaitu uap air, carbon dioksida (CO2), metana (CH4), Nitrat oksida
(N2O) dan Chlorofluorocarbon (CFC) di atmosfer. Di samping itu GRK
lainya terbentuk di alam secara langsung maupun sebagai akibat adanya
pencemaran. Masing-masing GRK mempunyai sifat absorbsi yang berbeda.
Dengan demikian efek rumah kaca (ERK) yang ditimbulkan oleh GRK tidak
sama. Intensita absorbsi sinar infra merah dengan sangat intensif
sehingga hal ini akan dengan sangat efektif menaikan suhu muka bumi.
Masa
tinggal GRK di atmofer juga mempengaruhi efektifitasnya dalam
meningkatkan suhu muka bumi. Semakin panjang masa tinggal di atmosfer,
semakin efektif pengaruhnya terhadap kenaikan suhu muka bumi. GRK
sebagian besar dihasilkan dari pembakaran bahan baker fosil (batu bara,
minyak bumi, gas alam) untuk rumah tangga, industri dan transportasi.
GRK yang dihasilkan terutama carbon dioksida (CO2), mentana (CH4),
nitrat oksida (N2O), ozon (O3).
Efek
rumah kaca (ERK) disebut juga green house effect. Pada siang hari dalam
kondisi cuaca yang cerah, tanpa alat pemanaspun suhu di dalam rumah
berdinding kaca akan lebih tingi dibandingkan suhu di luarnya, yang
terjadi adalah radiasi sinar matahari yang masuk ke dalam ruangan
melalui dinding kaca dipantulkan kembali oleh benda-benda yang berada di
dalam ruangan sebagai gelombang / radiasi panas berupa sinar infra
merah. Oleh karena itu udara di dalam rumah kaca meningkat suhunya, dan
panas yang di hasilkan terperangkap dalam rumah kaca tersebut dan tidak
bercampur dengan udara di luar ruangan.
Dengan
makin meningkatnya GRK di atmosfer, diluar kemampuan untuk absorbsi,
maka suhu permukaan bumi menjadi akan lebih tinggi. Kenaikan intensitas
ERK akibat peningkatan kadar GRK, terutama diakibatkan adanya pencemaran
udara, akan mengakibatkan terjadinya pemanasan global, yaitu
peningkatan suhu permukaan bumi dan kenaikan permukaan air laut.
· Fenomena El Nino dan La nina
El
Nino dan La Nina adalah gejala yang terjadi karena adanya interaksi
atmosfer dan laut yang aktivitasnya terletak pada daerah 120 derajat
Bujur Timur – 180 derajat Bujur Timur dan 5 derajat Lintang Utara – 10
derajat Lintang Selatan. El Nino merupakan fase panas dimana suhu muka
laut samudra pasifik sekitar ekuator begian tengah dan timur naik ampai 4
derajat Celcius di atas normal.
Pada
saat El Nino udara bergerak turun di atas wilayah Indonesia, dan karena
udara yang bergerak turun itu bersifat kering dan panas, maka gejala
alam ini ditandai oleh tekanan dan suhu udara yang berada di atas normal
dan cuaca yang cerah. Beberapa wilayah di daerah tropika secara
langsung dipengaruhi oleh kondisi kekeringan. Hal ini akan mempermudah
kebakaran hutan dan kegagalan panen.
La
Nina merupakan fase dingin dimana suhu muka laut samudra pasifik
sekitar ekuator bagian tengah dan timur lebih rendah di bawah normal. Di
Indonesia mengakibatkan peningkatan pembentukan awan disekitar ekuator,
yang mengakibatkan meningkatnya jumlah curah hujan. Beberapa wilayah di
Indonesia mengalami curah hujan di atas normal dan dampaknya terjadi
banjir. Dampak berikutnya muncul penyakit muntah – berak (muntaber),
gatal – gatal, penyakit saluran pernafasan. Di samping itu juga
kegagalan panen, hancurnya infrastruktur. Kegagalan panen akan berdampak
timbulnya bahaya kelaparan, dan krisis pangan yang berkepanjangan akan
mengakibatkan kriminalitas. Pada kejadia El Nino yang lemah, suhu
permukaan laut bagian tengah dan timur samudra pasifik di ekuator naik
hanya bebeapa derajat dan meliputi daerah yang relative kecil saja.
Sedangkan El Nino yang besar terjadi peningkatan suhu permukaan laut
yang besar dengan daerah cakupan yang luas sepanjang ekuator di samudra
pasifik.
Walaupun
fenomena terebut terjadi berulang tetapi dengan periode yang tidak
tetap dan tadak ada dua kejadian El Nino / La Nina yang sama persis
karena secara alamiah fenomena tersebut merupakan hasil interaksi antara
laut dan udara yang sangat komplek.
El
Nino / La Nina disebabkan oleh perubahan angin permukaan di atas
samudra pasifik bagian tropis yang mengakibatkan perubahan pola arus
laut di daerah tersebut dan pada akhirnya menyebabkan perubahan
(kenaikan atau peurunan) suhu permukaan air laut. Pola perubahan suhu
tersebut akan mengakibatkan perubahan pola cuaca dan iklim dalam skala
global. Oleh karena itu fenomena ini menarik minat banyak ahli untuk
mencoba mengerti dan menjelaskan serta berusaha memprediksi fenomena
tersebut.
· Tsunami
ASAL ISTILAH TSUNAMI
Istilah
tsunami berasal dari bahasa Jepang Tsu artinya pelabuhan dan nami
artinya gelombang laut. Dari kisah inilah muncul istilah tsunami.
Awalnya tsunami berarti gelombang laut yang menghantam pelabuhan.
PENYEBAB TERJADINYA TSUNAMI
Tsunami
terutama disebabkan oleh gempa bumi di dasar laut. Tsunami yang dipicu
akibat tanah longsor di dasar laut, letusan gunung api dasar laut, atau
akibat jatuhnya meteor jarang terjadi.
TSUNAMI AKIBAT GEMPABUMI
Tidak semua gempa bumi mengakibatkan terbentuknya tsunami. Syarat terjadinya tsunami akibat gempa bumi adalah:
1.Pusat gempa terjadi di dasar laut.
2.Kedalaman pusat gempa kurang dari 60 km.
PENYELAMATAN DIRI SAAT TERJADI TSUNAMI
Sebesar
apapun bahaya tsunami, gelombang ini tidak datang setiap saat.
Janganlah ancaman bencana alam ini mengurangi kenyamanan menikmati
pantai dan lautan.
•
Jika berada di sekitar pantai, terasa ada guncangan gempa bumi, air
laut dekat pantai surut secara tiba-tiba sehingga dasar laut terlihat,
segeralah lari menuju ke tempat yang tinggi (perbukitan atau bangunan
tinggi) sambil memberitahukan teman-teman yang lain.
•
Jika sedang berada di dalam perahu atau kapal di tengah laut serta
mendengar berita dari pantai telah terjadi tsunami, jangan mendekat ke
pantai. Arahkan perahu ke laut.
•
Jika gelombang pertama telah datang dan surut kembali, jangan segera
turun ke daerah yang rendah. Biasanya gelombang berikutnya akan
menerjang.
•
Jika gelombang telah benar-benar mereda, lakukan pertolongan pertama
pada korban. Jika berada di sekitar pantai, terasa ada guncangan gempa
bumi, air laut dekat pantai surut secara tiba-tiba sehingga dasar laut
terlihat, segeralah lari menuju ke tempat yang tinggi (perbukitan atau
bangunan tinggi) sambil memberitahukan teman-teman yang lain.
•
Jika sedang berada di dalam perahu atau kapal di tengah laut serta
mendengar berita dari pantai telah terjadi tsunami, jangan mendekat ke
pantai. Arahkan perahu ke laut.
•
Jika gelombang pertama telah datang dan surut kembali, jangan segera
turun ke daerah yang rendah. Biasanya gelombang berikutnya akan
menerjang.
• Jika gelombang telah benar-benar mereda, lakukan pertolongan pertama pada korban.
2.4 Permasalahan Isu Lingkungan.
Di
dunia sekarang ini sedang berkembang mengenai pemanasan global yang
baru-baru ini diadakan pertemuan yang menghasilkan kesepakatan.
Kesepakatan tersebut adalah dengan mengurangi hasil produksi gas emisi
yang menghasilkan CO2 yang dapat mengakibatkan efek rumah kaca.
Pemanasan global ini menuai cerita pro dan kontra tersendiri. Beberapa
negara maju ada yang pro dengan kesepakatan atas keputusan dari Nusa
Dua, Bali. Akan tetapi, negara yang menolak keputusan tersebut. Negara
berkembang sebagai negara yang masih belum dapat mengontrol produksi gas
emisi ini diberikan kompensasi dengan syarat tetap menyediakan tempat
untuk tempat penghijauan wilayah sehingga bumi ini memiliki tempat
reduksi udara sehingga dapat menyeimbangkan kondisi suhu bumi ini. Hal
ini juga untuk mengurangi frekuensi dari efek rumah kaca.
Efek
rumah kaca sendiri adalah peninggalan budaya tua dari tuan-tuan tanah
kaya di Italia. Bangunan itu dimaksudkan untuk menciptakan cuaca mikro
yang lebih hangat. Dengan memanfaatkan kehangatan tersebut para tuan
tanah kaya membudidayakan mawar, lobak, sawi, brokoli atau tanaman
lainnya di musim dingin sekalipun. Efek rumah kaca menurut sejarah
ditemukan oleh Jean-Baptiste Joseph Fourier, ahli fisika sekaligus
matematikawan Perancis pada tahun 1824. Fourier menjelaskan bahwasuhu
hangat dalam rumah kaca itu terjadi karena sebagian panas sinar matahari
terjebak di dalamnya karena terhalang atap dan dinding kaca. Sedangkan
dinding pembentuknya adalah CO2 yang berperan memerangkap panas radiasi
matahari.
Bertahun-tahun
pendapat Fourier tidak dianggap karena bersifat spekulatif. Baru pada
tahun 1894 Fisikawan Swedia Svante Arrhenius menegaskan bahwa CO2 lah
benar yang berperan dalam menentukan suhu atmosfer bumi. Seperti halnya
Fourier, temuan Svante Arrhenius itu tak menggugah kesadaran. Baru 20
tahun kemudian belakangan. Apa yang dikhawatirkan oleh ilmuan itu
menjadi isu dunia. Permasalahan utamanya adalah mengenai industri
sebagai penghasil CO2 skala makro dan dapat mengancam kehidupan bumi.
Bayangkan saja, sejak adanya revolusi industri awal-awal tahun 1800
hingga saat ini CO2 terus di produksi. Pada awal tahun 1800 konsentrasi
CO2 baru 280 ppm (parts per million) artinya 280 molekul CO2 dalam
setiap satu juta molekul udara. Namun menurut data IPCC
(Intergovernmental Panel on Climate Change) melaporkan konsentrasi
karbon dioksida itu telah mencapai 383 ppm.
Lalu bagaimana dengan Indonesia
yang memiliki beberapa industri yang berpeluang berpartisipasi dalam
menghasilkan CO2 di wilayah Tangerang, Cikarang, Cibitung, dan daerah
lain yang pada setiap pemerintah daerah memiliki kebijakan untuk
mengembangkan usaha industri.
III
PENUTUP
Kesimpulan
Kerusakan
di bumi ini sebabkan oleh karena ulah atau perbuatan manusia yang
selalu bertindak mengeksploitasi sumber daya alam yang ada dengan
sebesar-besarnya. ulah manusia itu dapat berupa pencemaran yang terdapat
di air, udara, dan tanah.
Hal
ini, nampak dengan unsur-unsur yang ada pada setiap elemen tersebut
rusak atau mulai berkurang kualitasnya untuk dikonsumsi oleh manusia
atau makhluk hidup lainnya. hal ini terbukti dengan adanya atmosfer bumi
yang mulai memanas akibat pemanasan global. Serta hujan asam yang
terjadi akibat adanya perubahan unsur yang terdapat dalam kandungan air.
Begitu juga dengan fenomena el nino dan la nina juga tsunami yang
memang sebagian besar adalah dari alam langsung dengan sedikit pengaruh
dari buah tangan manusia.
Saran
Pada
masa saat ini manusia sering melupakan akan keseimbangan yang ada di
lingkungan sekitarnya. Banyak dari mereka memanfaatkan sumber daya alam
tanpa mempertimbangkan hukum alam yang akan terjadi. Manusia sering
menggunakan sumber daya alam dengan eksploitasi besar-besaran tanpa
memperbarui kembali untuk kepentingan masa mendatang. kebanyakan dari
mereka hanya memikirkan kebutuhan mendesak saat ini yang harus dipenuhi
dengan memanfaatkan sumber daya alam sebesar-besarnya dengan tidak
memikirkan segala resiko atau dampak dari akibat perlakuannya terhadap
lingkungan. Maka dari itu, sebaiknya lingkungan disekitar baiknya dijaga
dan diseimbangkan dengan mengadakan program lingkungan hidup untuk
kehidupan selanjutnya dengan mempertimbangkan hukum alam yang terjadi.
Seperti umur bumu yang sudah semakin rapuh, gejala reaksi alam yang
membuat bencana dikemudian hari, dan lain sebagainya.
Komentar