Isu Lokal Tentang PENCEMARAN

PENCEMARAN

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Hidup merupakan sebuah proses yang harus dilalui oleh setiap orang. Akan tetapi bagaimana memaknakan hidup dalam arti yang sangat menyenangkan. Hidup terdapat proses berinteraksi dengan sesamanya, yaitu, manusia dengan manusia, manusia dengan lingkungan sekitar, dan lain sebagainya. Hal itu, tergolong dalam unsur-unsur kehidupan di bumi.
Lingkungan merupakan sebuah tempat dimana terdapat interaksi makhluk hidup tinggal. Di dalam lingkungan hidup terdapat segala bentuk dan bagian yang tidak terpisahkan, seperti, air, tanah, dan udara. Semua itu saling mengisi satu sama lain atau dapat dikatakan saling melengkapi dalam pemenuhan makhluk hidup. Contoh, air sangat dibutuhkan makhluk hidup untuk minum, membersihkan diri, melindungi diri dari teriknya sinar matahari, dan lain sebagainya. Tanah, digunakan untuk menanam, menyimpan air, dan lain sebagainya. Udara, digunakan untuk bernafas, terbang, dan lain sebagainya.
Ke semua elemen itu memiliki manfaat dan fungsi masing-masing. Akan tetapi, sangat merugikan apabila dalam pengelolaannya tidak baik, apalagi sampai berlebihan dan tidak tepat guna. Jika itu terjadi dapat saja sumber daya yang ada akan berkurang jumlahnya atau berkurang kualitasnya. Kemudian, sumber daya yang ada itu dikonsumsi oleh makhluk hidup dengan kualitas yang memungkinkan akan menganggu makhluk hidup itu sendiri. Lalu bagaimana dengan sumber daya yang terbatas jumlahnya, makhluk hidup akan saling bersaing dalam menggunakan sumber daya tersebut demi terpenuhinya kebutuhan.
Dapat diambil contoh, dalam memenuhi kebutuhan manusia segala sumber daya alam atau sumber daya manusia semua terpakai demi menghasilkan produksi untuk pemenuhan kebutuhan. Misalkan, pada masa silam terjadi revolusi industri di negera-negara maju. Hal itu terjadi dikarenakan oleh pemenuhan kebutuhan manusia yang memang harus terpenuhi demi kelangsungan hidup orang banyak. Tidak itu saja, Presiden Amerika, George W. Bush, dalam majalah Gatra mengatakan menolak keputusan pertemuan mengenai pemanasan global (UNFCCC) untuk mengurangi produksi emisi dari hasil industri. Alasan Bush, jika negeranya juga mengikuti peraturan untuk mengurangi produksi emisi gas maka secara otomatis akan menganggu industri di negaranya. Hal itu akan berdampak pada perekonomian yang akan terguncang dan tidak stabil. Akhirnya, masyarakat Amerika akan kesulitan dalam pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari.
Manusia sebagai penguna sumber daya alam tersebut mencoba dalam menanggulangi permasalah tersebut. Dengan di bentuknya isu-isu mengenai lingkungan, banyak sekali diskusi atau dialog mengenai permasalahan lingkungan. Tidak itu saja, para ahli juga berserikat dalam merumuskan kebijakan untuk memutuskan pemecahan masalah mengenai lingkungan yang terjadi saat ini dan akan datang akibat dari perilaku manusia dahulu. Tidak hanya para ahli masyarakat yang peduli akan lingkungannya pun berpartisipasi dalam pemecahan masalah lingkungan dengan membentuk sebuah kelembagaan atau institusi yang bergelut dalam merumuskan dan memecahkan permasalahan lingkungan.
1.2 Identifikasi Masalah
Dari ulasan latar belakang di atas dapat terdeskripsikan bahwa :
  1. Apakah sumber daya yang tersedia dapat memenuhi pemenuhan kebutuhan makhluk hidup?
  2. Apakah dalam pengelolaan sumber daya yang ada diperlakukan se-efektif dan se-efisien mungkin?
  3. Adakah pengaruhnya terhadap lingkungan yang ada dengan aktifitas makhluk hidup (khususnya manusia)?
  4. Bagaimanakah solusi dan cara yang dapat dilakukan dalam manusia untuk tetap menyeimbangkan lingkungan tempat hidupnya?
1.3 Pembatasan Masalah
Permasalahan yang telah dikemukakan di atas, dapat diambil pembatasan masalahnya dengan fokus kepada Isu Lingkungan dengan pengkhususan, isu lingkungan global, isu lingkungan nasional, isu lingkungan lokal. Objek dari kajian adalah mengenai pencemaran air, pencemaran tanah, dan pencemaran udara. Bahasan itu tersaji dalam isu lingkungan seperti atmosfer bumi, hujan asam, lubang ozon, pemanasan global, fenomena el nino la nina, dan tsunami.
1.4 Perumusan Masalah
Dari identifikasi dan pembatasan masalah di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut: “Bagaimanakah gambaran atau deskripsi Isu Lingkungan?”.
1.5 Manfaat dan Kegunaan.
  • Manfaat
Tulisan ini dimaksudkan sebagai sumber bacaan untuk keperluan informasi ataupun bagi siapa saja yang membutuhkan mengenai isu lingkungan. Tidak itu saja, diharapkan dari tulisan ini dapat mengugah hati orang yang membaca tulisan ini untuk mau berpartisipasi dalam penanganan masalah lingkungan. Selain itu, tulisan ini dapat dimanfaatkan sebagai penambah wawasan bagi pembaca mengenai isu lingkungan.
· Kegunaan
Dapat dijadikan sebagai bahan kajian selanjutnya untuk melengkapi tulisan ini sehingga segala informasi yang dibutuhkan dapat terpenuhi dan tidak ada kekurangan. Selain itu, dapat dijadikan sebagai rujukan bagi orang yang membutuhkan informasi akan isu lingkungan. serta dapat dijadikan sebagai wacana untuk bahan diskusi bagi siapa saja yang memang sedang tertarik untuk membahas mengenai isu lingkungan.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Pencemaran
Pencemaran adalah adanya suatu zat dalam jumlah yang lebih dalam suatu lingkungan yang dapat mengganggu kehidupan dalam lingkungan. Menurut UU Republik Indonesia No 23 Tahun 1997 tentang pengolahan lingkungan hidup, yang dimaksud dengan pencemaran lingkungan hidup yaitu masuknya atau dimasukkannya mahluk hidup, zat, energy dan atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup, oleh kegiatan manusia sehingga kualitasnya menurun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan hidup tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukannya.
2.2 Jenis-jenis Pencemaran
Dampak dari kemajuan industri dan teknologi dapat dirasakan langsung maupun tidak langung. Dirasakan langsung apabila kegiatan industri dan teknologi tersebut dapat dirasakan langsung oleh manusia. Dampak langsung yang bersifat positif contohnya kegiatan industri dapat berjalan cepat dan mudah sebab dilakukan dengan teknologi canggih, contoh lain alat komunikasi dan transportasi di masa kini sudah cepat dan mudah sebab kemajuan dari teknologi. Dampak langsung yang bersifat positif memang diharapkan oleh manusia, tetapi dampak langsung ini juga memiliki sifat yang negatif. Dampak langsung yang negatif di hindari atau dikurangi, sebab dapat merugikan kualitas hidup manusia.
Dampak langsung yang bersifat negatif dapat di bagi menjadi tiga jenis :
A. Pencemaran Air
Pencemaran air adalah penyimpangan sifat-sifat air dari keadaan normal, bukan dari kemurniaannya. Air yang tersebar di alam semesta ini tidak pernah terdapat dalam bentuk murni, namun bukan berarti semua air sudah tercemar. Adanya benda-benda yang mengakibatkan air tersebut tidak dapat di gunakan sesuai peruntukkannya secara normal disebut pencemaran.

v Aspek Fisika – Kimia air :
Sifat fisika – kimia air yang umum diuji dan dapat digunakan untuk menentukan pencemaran air adalah :
· Suhu
Air sering digunakan sebagai media pendingin dalam berbagai proses industri. Air pendingin tersebut akan mendapatkan panas dari bahan yang didinginkan, kemudian dikembalikan ketempat asalnya, yaitu sungai atau sumber air lainnya. Air buangan tersebut mungkin mempunyai suhu lebih tinggi dari pada air asalnya.
Naiknya suhu air akan menimbulkan menurunnya jumlah oksigen terlarut dalam air, meningkatnya kecepatan reaksi kimia, mengganggu kehidupan ikan dan hewan air lainnya, bila batas suhu yang mematikan terlampaui ikan dan hewan air lainnya mungkin akan mati. Suhu air kali atau limbah yang relatif tinggi ditandai dengan munculnya ikan-ikan dan hewan air lainnya ke permukaan untuk mencari oksigen.

· Warna
Warna air yang terdapat di alam sangat bervariasi, misalnya air di rawa-rawa berwarna kuning, coklat, atau hijau. Air sungai biaanya berwarna kuning kecoklatan karena memgandung Lumpur. Air limbah yang mengandung besi dalam jumlah yang besar berwarna coklat kemerahan. Warna air yang tidak normal biasanya merupakan indikasi terjadinya pencemaran air.

· Kekeruhan
Kekeruhan air menunjukkan sifat optis air, yang mengakibatkan pembiasan cahaya ke dalam air. Kekeruhan ini terjadi karena adanya bahan yang terapung dan terurainya zat tertentu, seperti bahan organik jasad renik, Lumpur tanah liat dan benda yang lain yang melayang atau terapung dan sangat halus sekali.

· Daya hantar listrik
Semakin keruh air, maka semakin tinggi daya hantar listriknya.
· pH
Nilai pH air yang normal adalah sekitar netral, yaitu antara 6-8, sedangkan air yang tercemar nilai pHnya tergantung jenis pencemarannya (limbahnya). Air segar dari pegunungan biasanya mempunyai pH yang lebih tinggi, semakin lama pH air akan menurun menuju kondisi asam. Hal ini karena bertambahnya bahan-bahan organik yang membebaskan CO2 bila mengalami proses penguraian.
Air limbah industri anorganik pada umumnya mengandung asam mineral dalam jumlah yang tinggi sehingga keasamannya juga tinggi atau pHnya rendah.
Perubahan keasaman pada air limbah, baik kea rah alkali (pH naik) maupun kearah asam (pH turun0, akan mengganggu kehidupan ikan dan hewan air lainnya. Selain itu, air limbah yang mempunyai pH rendah bersifat sangat lorosif terhadap baja dan sering mengakibatkan pipa besi menjadi berkarat.

· Disolved Oxygen (DO)
DO adalah jumlah oksigen terlarut dalam air. Di dalam air organisme yang hidup di air memerlukan oksigen untuk kelangsungan hidup. DO dapat membantu manusia untuk dapat dengan mudah menghitung berapa banyaknya jumlah organisme yang hidup di air.

· Biochemichal Oxygen Demand (BOD)
BOD menunjukkan jumlah Oksigen terlarut yang dibutuhkan organisme hidup untuk menguraikan atau mengoksidasi bahan-bahan buangan di dalam air. Jadi nilai BOD tidak menunjukkan jumlah bahan organik yang sebenarnya, tetapi hanya mengukur secara relatif jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk mengoksidasi bahan – bahan buangan tersebut. Bila konsumsi Oksigen tinggi, yang ditunjukkan dengan semakin kecilnya sisa Oksigen terlarut di dalam air, maka berarti kandungan bahan buangan yang membutuhkan oksigen adalah tinggi.
Pada umumnya air yang tercemar kandungan Oksigennya sangat rendah. Hal ini karena Oksigen yang terlarut di dalam air diserap oleh mikro organisme untuk mencegah bahan buangan organik menjadi bahan yang mudah menguap (ditandai dengan bau busuk).
Selain itu, bahan buangan organik juga dapat bereaki dengan Oksigen yang terlarut di dalam air mengikuti oksidasi biasa. Bahan organik biasanya berasal dari indutri kertas, industri penyamakan kulit, industri pengolahan bahan makanan (indutri roti, industri susu, industri mentega, industri pembekuan udang, indutri pengalengan ikan), bahan buangan limbah rumah tangga, bahan buangan limbah pertanian, kotoran hewan dan kotoran manuia.

· Chemichal Oxygen Demand (COD)
Untuk mengetahui jumlah bahan organik di dalam air dapat dilakukan suatu uji yang lebih cepat dari uji BOD, yaitu berdasarkan reaksi kimia dari suatu bahan oksidan. Uji COD adalah suatu pengujian yang menentukan jumlah Oksigen yang dibutuhkan oleh bahan oksidan, untuk mengoksidasi bahan organik yang terdapat di dalam air.
Banyak bahan organik yang tidak mengalami penguraian biologis secara cepat berdasarkan pengujian BOD selama 5 hari, tetapi senyawa organik tersebut juga menurunkan kualitas air. Bakteri dapat mengoksidasi CO2 dan H2O.

· Karbondioksida bebas
Kepekatan Oksigen terlarut dalam air bergantung kepada kepekatan Karbondioksida yang ada. Bila udara bersentuhan dengan permukaan air, maka Karbondioksida dari udara bertukar dengan yang ada di air.
Pada air yang tenang terjadi sedikit pertukaran, bila air bergelombang maka pertukaran akan menjadi lebih cepat. Proses petukaran yang terjadi disebut difusi. Karbondioksida juga terdapat dalam air hujan yang terbawa pada saat tete air turu dari udara. Hal ini mengakibatkan air hujan agak berifat asam.

· Jumlah padatan
Semakin keruh air juga dapat menyebabkan semakin banyak pula padatannya. Padatan di dalam air akan mengendap pada dasar air, yang lambat laun akan menimbulkan pendangkalan.
Akibat lain dari padatan adalah tumbuhnya tanaman air tertentu dan menjadi racun bagi makhluk lain. Banyaknya padatan menunjukkan banyaknya Lumpur yang terkandung dalam air. Pada dasar air yang tercemar selalu mengandung padatan.

· Nitrat
Nitrogen sebagai sumber nitrat banyak terdapat di udara. Hanya sedikit organisme yang dapat langsung memanfaatkan nitrogen udara. Tumbuhan air dapat menghisap Nitrogen dalam bentuk Nitrat (NO3). Pengubahan dari nitrogen bebas di udara menjadi nitrat dapat dilakukan secara biologi maupun kimia. Transformasi ini disebut Fiksasi (peningkatan) Nitrogen.
Fiksasi kimia terjadi karena petir di udara memberikan cukup energi untuk menyatukan Nitrogen dan Oksigen, membentuk Nitrogen dioksida (NO2). Gas ini bereaksi denga air membentuk Asam Nitrat (NO3).

· Amoniak
Tumbuhan dan hewan yang telah mati akan diuraikan proteinnya oleh pembusuk menjadi Amoniak dan senyawa Amonium. Nitrogen dalam air seni dan kotoran akan berakhir menjadi amoniak juga. Bila Amoniak diubah menjadi Nitrat, maka dalam air akan terdapat Nitrit. Nitrit akan berubah menjadi Nitrit dalam perut dan keracunan Nitrit akan mengakibatkan wajah membiru dan kematian.

· Fosfor
Fosfor adalah unsur kimia yang memiliki lambang P dengan nomor atom 15.Fosfor berupa nonlogam, bervalensi banyak, termasuk golongan nitrogen, banyak ditemui dalam batuan fosfat anorganik dan dalam semua sel hidup tetapi tidak pernah ditemui dalam bentuk unsur bebasnya. Fosfor amatlah reaktif, memancarkan pendar cahaya yang lemah ketika bergabung dengan oksigen, ditemukan dalam berbagai bentuk, dan merupakan unsur penting dalam makhluk hidup. Kegunaan fosfor yang terpenting adalah dalam pembuatan pupuk, dan secara luas digunakan dalam bahan peledak, korek api, kembang api, pestisida, odol, dan deterjen.
· Logam
Menurut kamus sains, logam adalah unsur yang bersifat mulur pada umumnya. Logam dapat ditempa dengan dipanaskan pada suhu tertentu. Logam mempunyai kilapan yang dapat memantulkan sinar. Massa jenis logam tinggi dan dapat berfungsi sebagai penghantar kalor serta listrik yang baik.
Contoh : besi, timbal, dan tembaga.
Air adalah zat-zat pelarut dalam tubuh. Kemudian bagaimana air yang dapat dikonsumsi manusia untuk dapat melarutkan zat-zat dalam tubuh adalah sebagai berikut :
1. Tidak berwarna
2. Tidak berasa
3. Tidak berbau
4. Babas kuman
5. Tidak mengandung bahan-bahan kimia yang berbahaya.
Tidak hanya itu saja, air untuk dikonsumsi sebeluhnya dipastikan terlebih dahulu bakteri di dalam air. cara menghilanng bakteri tersebut adalah dengan memasak air tersebut sampai titik didih air, yaitu sebesar 100ºC. Semua bakteri yang terdapat didalamnya sudah mati termasak oleh titik didih air.
Temperature (suhu) air, temperature air merupakan hal yang terpenting dalam kaitannya dengan tujuan penggunaan, pengolahan untuk menghilangkan bahan-bahan pencemar serta pengangkutannya, temperature air tergantung sumbernya, temperature normal air di alam (tropis) sekitar 20ºC sampai 30ºC, untuk sistem air bersih, temperature ideal berkisar antara 5ºC-10ºC.
Air memiliki nilai ambang dan menghasilkan pembagiaan berdasarkan pH. Jika air dengan pH dibawah 7, artinya mengandung zat cair yang sifatnya asam. Sedangkan air dengan pH di atas 7, artinya air mengandung zat yang bersifat basa.
Dalam kondisi tertentu, 5 jenis air berikut ini bisa menjadi nitrit dan zat lain yang beracun dan merusak, dapat menyebabkan kerusakan tertentu terhadap tubuh manusia.
Air Usang :
Atau yang dikenal (air mati), artinya air yang sudah tersimpan lama dan tidak di gunakan (minum). Jika sering mengonsumsi air demikian, dapat menyebabkan metabolisme sel anak-anak yang belum dewasa melamban, akibatnya mempengaruhi pertumbuhan tubuhnya, penuaan pada laki-laki setengah umur akan bertambah cepat, rasio terjadinya penyakit kanker lambung dan kanker kerongkongan di sejumlah besar daerah terus meningkat, ini mungkin berhubungan dengan seringnya mengonsumsi air usang. Zat beracun dalam air usang akan terus bertambah dan bertambah seiring dengan masa penyimpanan air.
Air mendidih lama :
Air mendidih lama adalah air yang sudah mendidih sepanjang malam atau sudah lama di kompor. Air demikian, karena dimasak terlalu lama, sehingga zat yang tidak menghawa dalam air seperti kalsium, magnesium atau kandungan logam berat lain dan nitrit sangat tinggi. Jika minum air seperti ini dalam jangka panjang, dapat mengganggu fungsi lambung dan usus, terjadi diare sementara, perut kembung, nitrit yang mengandung racun dapat mengakibatkan organisme kekurangan oksigen, jika parah bisa pingsan dan kejang, bahkan kematian.
Air panci kukus :
Yang dimaksud air panci kukus adalah air kukusan mantou atau air sisa kukus, air panci kukus yang digunakan secara berulang-ulang, kepekatan nitritnya sangat tinggi. Jika sering mengonsumsi air demikian, atau memasak bubur dengan air demikian, dapat menyebabkan nitrit keracunan, kerak kerap meresap ke tubuh mengikuti air, dapat menyebabkan perubahan patologis pada sistem pencernaan, saraf, saluran kemih dan pembuatan darah, bahkan mengakibatkan penuaan dini.
Air yang tidak dimasak :
Air ledeng yang kita konsumsi, semuanya melalui proses klorin. Dalam air yang diproses klorin dapat memisahkan 13 jenis zat merugikan, di antaranya hidrokarbon halogen, klorofom yang berefek menyebabkan kanker dan cacat. Saat suhu air mencapai 90 °C, kadar hidrokarbon halogen yang semula 53 mg/kg-nya naik menjadi 177 mg, 2 kali lipat lebih tinggi dari standar kesehatan air minum nasional yang ditetapkan. Ahli terkait menuturkan, bahwa kemungkinan terjangkit penyakit kanker kandung kemih dan kanker poros usus dengan mengonsumsi air yang belum dimasak meningkat 21-38 %. Ketika suhu air mencapai 100 °C, kedua zat yang merusak ini akan berkurang drastis seiring dengan penguapan, dan aman dikonsumsi jika di-didihkan lagi selama 3 menit.
Air yang dimasak kembali :
Ada yang terbiasa minum air yang dimasak kembali dari air yang tersisa dalam termos, tujuannya adalah menghemat air, menghemat batu bara (gas) dan waktu. Tapi penghematan ini tidak layak. Sebab air yang sudah dimasak kemudian direbus lagi, membuat air menguap lagi, sehingga dengan demikian nitritnya akan meningkat, dan jika sering mengonsumsi air demikian akan terjadi penumpukan nitrit di dalam tubuh.

v Sumber Pencemaran Air
· Hujan
1. Hujan Asam (Sulfur Dioksida, Nitrogen Dioksida)
2. Pencemaran udara: asap knalpot kendaraan bermotor, asap pabrik
· Permukaan Bumi
1. Industri: bahan kimia, sisa toksik, logam berat, minyak, radioaktif
2. Pertanian: pestisida, bahan kimia
3. Manusia: sisa bahan cucian, sampah, kuman, bakteri, virus
Parit & Sungai: semua pencemaran dari hujan dan permukaan mengalir ke parit lalu ke sungai.
· Rumah Tangga
1. Pipa air (berkarat)
2. Tangki air (kuman, parasit, cacing, serangga
B. Pencemaran Udara
Pencemaran udara diartikan sebagai adanya bahan atau zat di dalam udara yang menyebabkan perubahan susunan (komposisi) udara normalnya. Kehadiran bahan atau zat asing dalam udara dalam jumlah tertentu serta berada di udara dalam waktu yang cukup lama, akan dapat mengganggu kehidupan manusia, hewan dan tumbuhan. Bila keadaan seperti tersebut terjadi maka udara dikatakan telah tercemar, berarti kenyamanan hidup manusia terganggu.
Udara merupakan campuran dari berbagai macam gas yang perbandingannya tidak tetap, tergantung pada suhu udara, tekanan udara dan lingkungan sekitarnya. Dalam udara terdapat Oksigen (O2) untuk bernapas, Karbondioksida (CO2) untuk proses foto sintesis oleh hijau daun (klorofil) dan Ozon (O3) untuk menahan sinar ultraviolet.
Udara bersih yang kita hirup merupakan gas yang tidak tampak, tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak berasa. Tetapi, udara yang benar-benar bersih sudah sulit diperoleh, terutama di kota-kota besar. Udara yang tercemar dapat merusak lingkungan dan kehidupan manusia, kerusakan lingkungan berarti berkurangnya daya dukung alam yang selanjutnya mengurangi kualitas hidup manusia.
v Komponen pencemaran udara
Jumlah komponen pencemaran udara tergantung pada sumbernya. Komponen pencemaran udara bisa mencemari udara secara sendiri-sendiri atau secara bersama-sama. Berdasarkan asal dan kelanjutan perkembangannya di udara, pencemaran udara dibedakan menjadi dua, yaitu :
A. Pencemaran udara primer, yaitu :
Pencemaran di udara yang ada dalam bentuk yang hampir tidak berubah, ama seperti pada saat dibebakan dari sumbernya sebagai hasil dari suatu proses tertentu.
Pencemaran udara primer digolongkan menjadi lima, yaitu :
· Carbon monoksida (CO)
Suatu komponen gas yang tidak berwarna, tidak berbau dan tidak mempunyai rasa. Carbon monoksida terbentuk dari proses pembakaran tidak sempurna terhadap carbon atau komponen yang mengandung carbon atau reaksi antara carbon dioksida dan komponen yang mengandung carbon pada suhu tinggi atau pada suhu tinggi carbon dioksida terurai menjadi carbon monoksida dari atom oksigen.
Sumber carbon monoksida yang paling banyak adalah transportasi yang menggunakan bensin sebagai bahan bakarnya. Sumber CO yang kedua terbanyak adalah pembakaran hasil-hasil pertanian (sampah, sisa-sisa kayu di hutan). Sumber CO yang ketiga adalah indutri besi dan baja. Pengaruh CO terhadap tubuh terutama disebabkan karena reaksi antara CO dengan Hemoglobin (Hb) di dalam darah.
Hemoglobin dalam darah secara normal berfungsi dalam system transport untuk membawa oksigen (O2) dlam bentuk oksihaemoglobin (O2Hb) dari paru-paru ke sel tubuh, dan membawa carbon dioksida (CO2) dalam bentuk CO2Hb dari sel-sel tubuh ke paru-paru. Dengan adanya CO, hemoglobin dapat membentuk karboksihaemoglobin (COHb). Jika reaksi demikian yang terjadi maka kemampuan darah untuk mentransfer oksigen menjadi berkurang. COHb dalam darah dengan konsentrasi yang tinggi berpengaruh terhadap system saraf sentral, reaksi pancaindra tidak normal, pandangan kabur. Bila konsentrasi COHb lebih tinggi, dapat mengakibatkan kepala pusing, mual, berkunang-kunang, pingsan, sulit bernapas dan dapat mengakibatkan kematian.

· Nitrogen Oksida (NOx)
Nitrogen oksida adalah kelompok gas di atmosfer, terdiri dari gas Nitrat oksida (NO) Nitrogen dioksida (NO2). NO merupakan gas yang tidak berwarna dan tidak berbau, sebaliknya NO2 mempunyai warna coklat kemerahan dan berbau menyengat. Gas NO2 di udara terutama berasal dari buangan hasil pembakaran yang keluar dari generator pembangkit listrik stationer atau mesin-mesin yang menggunakan bahan bakar gas alam.
Kebakaran hutan, pembakaran sampah padat, pembakaran sampah pertanian. NO mempunyai kemampuan membatasi kadar oksigen dalam darah, seperti halnya CO. mudah bereaksi dengan oksigen membentuk NO2. bila NO2 bertemu dengan uap air di udara atau dalam tubuh manusia akan terbentuk HNO2 yang sangat merusak tubuh. Karena itu NO2 akan terasa pedih bila mengenai mata, hidung, saluran napas, dan jantung. Konsentrasi yang tinggi dapat menyebabkan kematian. NO2 akan dapat merusak barang-barang logam, menimbulkan karat. NO2 dapat mengabsorbsi sinar ultraviolet dari matahari.

· Hydrocarbon (HC)
Komponen Hidrocarbon hanya terdiri dari unsure Hidrogen dan Carbon. Pembakaran tidak sempurna dalam mesin mobil, pengisian bensin ke dalam tangki bensin kendaraan selalu terjadi penguapan. HC dapat berupa gas, cair dan padat. Senyawa HC dapat menyebabkan kanker.

· Sulfur Oksida (Sox)
Sox terutama disebabkan oleh dua komponen gas yang tidak berwarna, yaitu sulfur dioksida (SO2) dan sulfur triokida (SO3). SO2 mempunyai karakteristik bau yang tajam dan tidak terbakar di udara, sedangkan SO3 merupakan komponen yang tidak reaktif. SO2 yang bila bereaksi dengan uap air akan membentuk asam sulfat, yang akan merusak permukaan logam (rel kereta api, kendaraan, pagar halaman rumah), merusak batu-batuan (granit, pualam), merubah warna benda dan benda menjadi rapuh (plastik, karet, kertas). Sox mengakibatkan iritasi pada system pernapasan. Pencemaran Sox di udara terutama dari pemakaian batubara yang digunakan pada kegiatan industri, transportasi, proses industri.

· Partikel
Partikel adalah pencemar udara yang dapat ada bersama-sama dengan bahan atau pencemar lainnya. Partikel meliputi berbagai macam bentuk dan dapat berupa :
§ Aerosol
Partikel yang tercampur dan melayang di udara
§ Fog atau kabut
Partikel berupa butiran air yang ada di udara
§ Smoke atau asap
Partikel berupa campuran antara buatan padat dan cairan yang terhambur melayang di udara.
§ Dusk atau debu
Partikel berupa butiran padat yang terhambur dan melayang di udara karena ada hembusan angin
§ Mist (mirip kabut)
Butiran cair yang terhambur dan melayang di udara (bukan butiran air)
§ Fume (mirip asap)
Hanya penyebabnya aerosol yang berasal dari kondensasi uap panas
§ Plume
Asap yang keluar dari cerobong asap suatu industri (pabrik)
§ Haze
Semua aerosol yang mengganggu pandangan di udara
§ Smog
Bentuk campuran antara smog dan fog
§ Smaze
Campuran antara smoke dan haze
Polutan terebut akan berpengaruh pada manusia bila partikel tersebut masuk kedalam tubuh manusia melaluisistem perapasan. Faktor yang paling berpengaruh terhadap istem pernapasan terutama dimensi partikel yang akan menentukan seberapa jauh penetrasi partikel kedalam system pernapaan. System pernapasan memiliki beberapa system pertahanan yang mencegah masuknya partikel-partikel tersebut kedalam paru-paru.
Partikel berpengaruh terhadap tanaman terutama debunya, dimana debu-debunya bila bergabung dengan uap air atau hujan (gerimis) akan membentuk kerak yang tebal pada permukaan daun yang tidak dapat dibilas dengan air hujan, kecuali dengan menggosoknya. Lapisan kerak tersebut akan mengganggu berlangsungnya proses fotosintesis pada tanaman, karena menghambat masuknya sinar matahari ke permukaan daun dan mencegah adanya pertukaran CO2 dengan oksigen. Akibatnya tanaman akan terganggu.
Pencemaran partikel yang berasal dari alam eringkali wajar. Kalaupun terjadi gangguan terhadap lingkungan yang mengurangi tingkat kenyamanan hidup, maka hal tersebut akandianggap sebagai musibah bencana alam. Contohnya abu dan bahan vulkanik dari letusan gunung api. Sumber pencemaran partikel akibat ulah manusia ebagian besar berasal dari pembakaran batubara, proses industri, kebakaran hutan, gas buang alat transportasi.

B. Pencemaran udara sekunder, yaitu :
Semua pencemaran di udara yang sudah berubah karena reaksi tertentu antara dua atau lebih polutan. Umumnya polutan sekunder tersebut merupakan hasil antara polutan primer dengan polutan lain yang ada di udara. Misalnya Ozon (O3), yaitu terjadi antara molekul-molekul Hidrocarbon (HC) yang ada di udara denga Nitrogen Oksida (NOx) melalui pengaruh sinar ultraviolet dari matahari.


C. Pencemaran Tanah
Dalam keadaan normal, tanah harus dapat memberikan daya dukung bagi kehidupan manusia baik untuk pertanian, peternakan, kehutanan maupun pemukiman. Tanah merupakan sumber daya alam yang mengandung bahan organik dan anorganik, yang mampu mendukung pertumbuhan tanaman. Sebagai faktor produksi pertanian, tanah mengandung air dan mineral, yang perlu ditambah untuk mengganti yang habis dipakai.
Pencemaran tanah dapat terjadi secara langsung dan tidak langsung. Pencemaran tanah yang disebabkan secara langsung adalah :
· Pupuk (penggunaan pupuk yang secara berlebihan), zat atau campuran zat yang mengandung unsure-unsur yang diperlukan untuk tumbuhan dan dimasukan dalam tanah. Unsur-unsur utama yang diperlukan tumbuhan ialah nitrogen (dalam amonium nitrat, amonium sulfat, urea) fosfor (dalam superfosfat), dan kalium (dalam kalium klorida). Unsure utama kedua ialah kalsium, magnesium, dan belerang. Selain itu tumbuhan juga memerlukan unsure-unsur lain dalam jumlah yang sangat sedikit yang disebut unsur runutan, yaitu besi, tembaga, boron, mangan, seng, dan molybdenum.
· Pestisida, zat organic atau anorganik yang digunakan untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan atau hewan. Contoh : Insektisida, Herbisida, dan Mitisida.
· Insektisida, suatu jenis pestisida yang dibuat khusus untuk mengontrol pertumbuhan insek, aman bagi hewan maupun tumbuhan. Isektisida awalnya dari kata insek yang berarti serangga. Namun, serangga ini sangat menganggu hasil panen para petani. Akhirnya, serangga itu di basmi dengan menggunakan insektisida hasil temuan manusia untuk membunuh serangga. Pada umumnya insektisida tidak berbahaya. Akan tetapi dapat berbahaya jika digunakan tidak terkontrol. Sebab unsur hara atau nilai ambang batas pada tanah tidak seimbang.
· Limbah (pembuangan limbah yang tidak dapat diuraikan, seperti plastik).Limbah biasanya dihasilkan dari sisa-sisa produksi yang sudah tidak dapat digunakan atau dimanfaatkan lagi. Limbah itu sendiri biasa dihasilkan oleh industri besar seperti pabrik, atau lain sebagainya. Limbah juga dapat dihasilkan oleh rumah tangga berupa limbah rumah tangga.
Sedangkan, pencemaran tanah yang disebabkan secara tidak langsung :
· Melalui air
Air yang mengandung pencemar akan mengubah susunan kimia tanah sehingga mengganggu jasad hidup dalam tanah atau di permukaan tanah.
· Melalui udara
Udara yang tercemar akan menurunkan hujan yang mengandung bahan pencemar, akibatnya tanah juga akan tercemar.
Dampak dari pencemaran air dari segi kesehatan, air tidak dapat melarutkan xat-zat dan tidak menutup kemungkinan kesehatan akan terganggu. Sebab air dalam tubuh manusia terdapat berkisar 65 %. Dari jumlah seperti itu mungkin secara langsung tidak dapat mengkonsumsi air.
Dampak pencemaran air pada lingkungan, disekitar lingkungan tercemar akan nampak rasa ketidaknyamanan untuk tinggal. Sebab air dapat saja terkontaminasi dengan unsur pencemar yang ada. Selai itu, air juga dibutuhkan untuk melkukan fotosintesis dan lainnya. Namun, air sudah terlarut dengan zat pencemar yang dapat mengakibatkan tumbuhan mati Karena air yang digunakan sudah tercemar.

2.3 Isu lingkungan global
Permasalahan lingkungan, terutama yang berkaitan dengan pencemaran udara, menjadi isu global karena meliputi seluruh muka bumi. Tidak ada satu bangsa dan Negara pun yang dapat menghindar dari dampak tersebut. Masalah lingkungan juga berkaitan dengan ekonomi global, sehingga merupakan masalah yang rumit. Karena kerumitan tersebut dan sifatnya global, penanganan masalah lingkungan membutuhkan solidaritas dan kerjasama antar bangsa.
Permasalahan lingkungan tidaklah bertentangan dengan pembangunan, bahkan pembangunan dibutuhkan untuk mengatasi masalah lingkungan, khususnya di negara-negara yang sedang berkembang. Tata ekonomi dunia saat ini merupakan salah satu penyebab kerusakan lingkungan. Sebagai contoh, untuk membayar hutang dan meningkatkan pembanngunan sebuah negara, negara-negara sedang berkembang terpaksa harus mengeksploitasi sumber dayanya secara membabi-buta, sehingga akan semakin memperparah rusaknya lingkungan negara-negara tersebut.
Sistem proteksionisme di negara maju juga mempunyai dampak yang sama, karena mengakibatkan kerugian ekonomi yang besar pada negara-negara sedang berkembang. Dengan demikian, baik karena sifat masalah lingkungan yang global maupun karena keterkaitannya dengan ekonomi dunia yang telah mengalami globalisasi, masalah lingkungan kini bersifat global. Tak ada satu negarapun di dunia yang dapat menangani masalah lingkungan sendiri tanpa campur tangan negara lain, walaupun sebagai negara adikuasa. Untuk menangani masalah lingkungan dibutuhkan solidaritas dunia, karena sifatnya yang global dan keterkaitannya pada perekonomian global.
v Masalah lingkungan yang menjadi isu global antara lain :
· Atmofer bumi
Di atmosfer bumi inilah terdapat masalah lingkungan yang menjadi salah satu isu lingkungan global. Karena, gejala GRK (Gas Rumah Kaca) terjadi pada salah satu bagian dari atmosfer ini. Mengapa dapat dikatakan sebagai isu global? Sebab, pada beberapa waktu lalu telah diadakan konferensi mengenai pemanasan global, dan Indonesia mendapatkan kesempatan dalam pertemuan konferensi UNFCCC (United Nations Framework Convention on Climate Change) di Nusa Dua, Bali.
Pertemuan tersebut, mengulas mengenai pemanasan global yang telah terjadi pada saat ini dengan awal permulaan pada revolusi industry di masa silam. Atmosfer bumi ini telah menampung beberapa gas polutan yang telah mencemari udara bebas bumi. Atmosfer bumi ini memiliki beberapa lapisan, yaitu :
1. Troposphere berasal dari kata Yunani yang berarti “berubah”. Troposfer merupakan lapisan atmosfer terendah berawal dari permukaan bumi hingga kira-kira 7 kilometer tingginya di kawasan kutub dan sekitarnya 17 kilometer di ekuator. Troposfer mempunyai peran penting sebagai pengatur suhu akibat pantulan radiasi sinar matahari yang mereka terima dari permukaan bumi. Hal ini menjadi cirri khas dari troposfer, yakni suhu udara berkurang setiap naik 100 meter dari permukaan laut sekitar 0,5º – 0,6ºC di daerah tropika. Sedangkan di puncak troposfer, disebut tropopause, berkisar antara -55ºC sampai -60ºC (-67ºF sampai -75ºF). Ketika terjadi panas akibat radiasi, tekanan udara menjadi turun. Akibatnya terjadilah pengembunan dan pelepasan panas. Karena itu, sebanyak 75 % kandungan troposfer adalah uap air dan aerosol.

2. Stratosphere diambil dari kata latin stratus yang berarti “bertingkat”. Lapisan stratosfer dimulai dari batas troposfer, yakni dari 7-17 kilometer hingga 50 kilometer tingginya. Temperature lapisan ini bertinggkat sesuai dengan ketinggiannya. Bagian yang lebih panas berada di atas, sedangkan yang bersuhu dingin berada di bawah. Suhu pada stratopause, puncak stratosfer, sekitar 0ºC (32ºF). Pada stratosfer inilah terdapat lapisan ozon, yang bertugas melindungi bumi dari radiasi matahari berupa penyaringan radiasi ultraviolet. Posisi lapisan ozon bersemayam kira-kira 15-35 kilometer dari permukaan bumi. Ketebalannya bergantung pada kondisi cuaca dan geografis. Lapisan ini ditandai dengan tidak ditemui lagi uap air, awan, maupun debu atmosfer. Stratosfer biasa digunakan manusia sebagai jalur transportasi udara berupa pesawat-pesawat bermesin jet.

3. Mesosphere dikutip dari kata Yunani yang berarti “tengah”. Lapisan mesosfer berawal dari batas stratosfer kira-kira 50 kilometer hingga 80-85 kilometer. Di lapisan inilah temperature berkurang sesuai dengan tingkat ketinggian. Suhu udara di lapisan ini diperkirakan mencapai -83ºC (-120ºF). Para ahli memperkirakan daya tarik bumi telah bekerja di lapisan mesosfer. Jadi pada lapisan inilah banyak meteor dan benda langit lainnya terbakar ketika mendekati bumi.

4. Thermosphere, ketebalan lapisan ini berawal dari 80-85 kilometer hingga lebih dari 640 kilometer. Thermosfer berasal dari kata latin yang berarti “panas”. Di lapisan ini terjadi proses penyerapan radiasi sinar X dan ultraviolet dipancarkan oleh matahari disebut dengan inverse suhu. Di daerah thermosfer bagian atas suhu udara dapat mencapi 1.100ºC – 1.650ºC (2.000ºF – 3.000ºF). Temperature pada lapisan ini meningkat seiring dengan ketinggian. Lapisan ini juga memantulkan gelombang radio yang dipancarkan sehingga dapat ditangkap menara penerima dibagian bumi lain.

5. Ionosphere adalah bagian atmosfer yang terionisasi oleh radiasi matahari. Lapisan ini sangat penting bagi system kelistrikan atmosfer berupa terkonsentrasinya ion positif (proton) dengan ion negatif (electron) dan terwujudnya fenomena medan magnet udara. Seperti halnya thermosfer, lapisan ini juga berperan penting dalam bekerjanya suatu gelombang radio. Pada lapisan ionosfer juga terjadi gejala alam aurora.

6. Exosphere, boleh dibilang merupakan lapisan terluar atmosfer dimulai dari 500- 1.000 kilometer hingga di atas 10. 000 kilometer tingginya. Pada lapisan ini gaya gravitasi bumi amat lemah sehingga segala partikel dan benda-benda dapat dengan mudah lepas dari bumi dan bergerak menuju angkasa raya.

· Hujan asam
Pembakaran bahan bakar fosil mengakibatkan terbentuknya asam sulfat dan asam nitrat. Asam-asam ini dapat dideposisikan pada hutan, tanaman pertanian, danau, dan gedung, sehingga mengakibatkan kerusakan dan kematian organisme hidup. Kerusakan menjadi lebih parah dengan terbentuknya ozon yang beracun dari pencemar Nox.
Untuk mengurangi kerugian tersebut perlu dilakukan berbagai usaha, antara lain :
a. menggunakan bahan bakar dengan kadar belerang yang rendah
b. mengurangi kadar belerang dalam bahan baker sebelum dibakar
c. melakukan penghematan energi
Hujan yang normal adalah yang tidak tercemar, mempunyai pH sekitar 5,6 jadi agak bersifat asam. Hal ini disebabkan oleh terlarutnya asam karbonat (H2CO3) yang terbentuk dari gas CO2 dalam air hujan. Asam karbonat ini bersifat asam lemah sehingga tidak merendahkan pH air hujan. Bila air hujan terkontaminasi oleh asam kuat, pH air hujan turun menjadi di bawah 5,6 dan hujan yang demikian disebut hujan asam.

· Lubang ozon
Lapisan ozon adalah lapisan pelindung atmosfer bumi yang berfungsi sebagai pelindung terhadap sinar ultraviolet yang datang berlebihan dari sinar matahari lapisan ozon terdapat di stratosfer.
Di lapisan stratosfer terdapat ozon, yang berfungsi melindungi makhluk hidup di muka bumi dari sinar ultraviolet matahari, sedangkan ozon dalam lapisan troposfer mempunyai dampak lain terhadap makhluk hidup di muka bumi, walaupun mempunyai susunan kimia yang sama. Ozon di troposfer bersifat racun dan merupakan salah satu dari gas rumah kaca (GRK).
Jika konsentrasi ozon yang terjadi pada lapisan stratosfer menurun maka akan terbentuk yang disebut lubang ozon. Lubang ozon dikhawatirkan akan meningkatkan jumlah penyakit kanker, penyakit katarak mata, menurunnya daya imunitas tubuh dan menurunkan produksi pertanian dan perikanan.
Penyebab utama lubang ozon adalah sekelompok zat kimia yang disebut Chloro Fluoro Carbon (CFC) sebagai zat buatan manusia yang biasa digunakan untuk aerosol (gas pendorong), alat pendingin udara (kulkas / AC), industri plastik, karet busa, Styrofoam dan sebagainya. Oleh karena itu penggunaan CFC harus dibatasi dan dicari zat pengganti, sehingga akhirnya dapat dihentikan. Usaha ini akan mempunyai dampak ekonomi yang besar.

· Pemanasan global
Pemanasan global sangat besar dampaknya pada lingkungan.
Dampak tersebut berupa perubahan iklim di muka bumi dan naiknya permukaan air laut. Diperkirakn akan menjadi peningkatan curah hujan pada suatu daerah dan di daerah lain akan sangat kekurangan curah hujan. Hal ini tentu akan mengacaukan sistem pertanian, Frekuensi dan intensitas badai topan akan meningkat.
Naiknya permukaan air laut akan mengakibatkan tenggelamnya daerah dataran rendah, meningkatnya erosi pantai (abrasi), meningkatnya intrusi air laut. Pemanasan global umumnya diakibatkan oleh adanya gas rumah kaca (GRK), yaitu uap air, carbon dioksida (CO2), metana (CH4), Nitrat oksida (N2O) dan Chlorofluorocarbon (CFC) di atmosfer. Di samping itu GRK lainya terbentuk di alam secara langsung maupun sebagai akibat adanya pencemaran. Masing-masing GRK mempunyai sifat absorbsi yang berbeda. Dengan demikian efek rumah kaca (ERK) yang ditimbulkan oleh GRK tidak sama. Intensita absorbsi sinar infra merah dengan sangat intensif sehingga hal ini akan dengan sangat efektif menaikan suhu muka bumi.
Masa tinggal GRK di atmofer juga mempengaruhi efektifitasnya dalam meningkatkan suhu muka bumi. Semakin panjang masa tinggal di atmosfer, semakin efektif pengaruhnya terhadap kenaikan suhu muka bumi. GRK sebagian besar dihasilkan dari pembakaran bahan baker fosil (batu bara, minyak bumi, gas alam) untuk rumah tangga, industri dan transportasi. GRK yang dihasilkan terutama carbon dioksida (CO2), mentana (CH4), nitrat oksida (N2O), ozon (O3).
Efek rumah kaca (ERK) disebut juga green house effect. Pada siang hari dalam kondisi cuaca yang cerah, tanpa alat pemanaspun suhu di dalam rumah berdinding kaca akan lebih tingi dibandingkan suhu di luarnya, yang terjadi adalah radiasi sinar matahari yang masuk ke dalam ruangan melalui dinding kaca dipantulkan kembali oleh benda-benda yang berada di dalam ruangan sebagai gelombang / radiasi panas berupa sinar infra merah. Oleh karena itu udara di dalam rumah kaca meningkat suhunya, dan panas yang di hasilkan terperangkap dalam rumah kaca tersebut dan tidak bercampur dengan udara di luar ruangan.
Dengan makin meningkatnya GRK di atmosfer, diluar kemampuan untuk absorbsi, maka suhu permukaan bumi menjadi akan lebih tinggi. Kenaikan intensitas ERK akibat peningkatan kadar GRK, terutama diakibatkan adanya pencemaran udara, akan mengakibatkan terjadinya pemanasan global, yaitu peningkatan suhu permukaan bumi dan kenaikan permukaan air laut.

· Fenomena El Nino dan La nina
El Nino dan La Nina adalah gejala yang terjadi karena adanya interaksi atmosfer dan laut yang aktivitasnya terletak pada daerah 120 derajat Bujur Timur – 180 derajat Bujur Timur dan 5 derajat Lintang Utara – 10 derajat Lintang Selatan. El Nino merupakan fase panas dimana suhu muka laut samudra pasifik sekitar ekuator begian tengah dan timur naik ampai 4 derajat Celcius di atas normal.
Pada saat El Nino udara bergerak turun di atas wilayah Indonesia, dan karena udara yang bergerak turun itu bersifat kering dan panas, maka gejala alam ini ditandai oleh tekanan dan suhu udara yang berada di atas normal dan cuaca yang cerah. Beberapa wilayah di daerah tropika secara langsung dipengaruhi oleh kondisi kekeringan. Hal ini akan mempermudah kebakaran hutan dan kegagalan panen.
La Nina merupakan fase dingin dimana suhu muka laut samudra pasifik sekitar ekuator bagian tengah dan timur lebih rendah di bawah normal. Di Indonesia mengakibatkan peningkatan pembentukan awan disekitar ekuator, yang mengakibatkan meningkatnya jumlah curah hujan. Beberapa wilayah di Indonesia mengalami curah hujan di atas normal dan dampaknya terjadi banjir. Dampak berikutnya muncul penyakit muntah – berak (muntaber), gatal – gatal, penyakit saluran pernafasan. Di samping itu juga kegagalan panen, hancurnya infrastruktur. Kegagalan panen akan berdampak timbulnya bahaya kelaparan, dan krisis pangan yang berkepanjangan akan mengakibatkan kriminalitas. Pada kejadia El Nino yang lemah, suhu permukaan laut bagian tengah dan timur samudra pasifik di ekuator naik hanya bebeapa derajat dan meliputi daerah yang relative kecil saja. Sedangkan El Nino yang besar terjadi peningkatan suhu permukaan laut yang besar dengan daerah cakupan yang luas sepanjang ekuator di samudra pasifik.
Walaupun fenomena terebut terjadi berulang tetapi dengan periode yang tidak tetap dan tadak ada dua kejadian El Nino / La Nina yang sama persis karena secara alamiah fenomena tersebut merupakan hasil interaksi antara laut dan udara yang sangat komplek.
El Nino / La Nina disebabkan oleh perubahan angin permukaan di atas samudra pasifik bagian tropis yang mengakibatkan perubahan pola arus laut di daerah tersebut dan pada akhirnya menyebabkan perubahan (kenaikan atau peurunan) suhu permukaan air laut. Pola perubahan suhu tersebut akan mengakibatkan perubahan pola cuaca dan iklim dalam skala global. Oleh karena itu fenomena ini menarik minat banyak ahli untuk mencoba mengerti dan menjelaskan serta berusaha memprediksi fenomena tersebut.

· Tsunami
ASAL ISTILAH TSUNAMI
Istilah tsunami berasal dari bahasa Jepang Tsu artinya pelabuhan dan nami artinya gelombang laut. Dari kisah inilah muncul istilah tsunami. Awalnya tsunami berarti gelombang laut yang menghantam pelabuhan.

PENYEBAB TERJADINYA TSUNAMI
Tsunami terutama disebabkan oleh gempa bumi di dasar laut. Tsunami yang dipicu akibat tanah longsor di dasar laut, letusan gunung api dasar laut, atau akibat jatuhnya meteor jarang terjadi.

TSUNAMI AKIBAT GEMPABUMI
Tidak semua gempa bumi mengakibatkan terbentuknya tsunami. Syarat terjadinya tsunami akibat gempa bumi adalah:
1.Pusat gempa terjadi di dasar laut.
2.Kedalaman pusat gempa kurang dari 60 km.

PENYELAMATAN DIRI SAAT TERJADI TSUNAMI
Sebesar apapun bahaya tsunami, gelombang ini tidak datang setiap saat. Janganlah ancaman bencana alam ini mengurangi kenyamanan menikmati pantai dan lautan.
• Jika berada di sekitar pantai, terasa ada guncangan gempa bumi, air laut dekat pantai surut secara tiba-tiba sehingga dasar laut terlihat, segeralah lari menuju ke tempat yang tinggi (perbukitan atau bangunan tinggi) sambil memberitahukan teman-teman yang lain.
• Jika sedang berada di dalam perahu atau kapal di tengah laut serta mendengar berita dari pantai telah terjadi tsunami, jangan mendekat ke pantai. Arahkan perahu ke laut.
• Jika gelombang pertama telah datang dan surut kembali, jangan segera turun ke daerah yang rendah. Biasanya gelombang berikutnya akan menerjang.
• Jika gelombang telah benar-benar mereda, lakukan pertolongan pertama pada korban. Jika berada di sekitar pantai, terasa ada guncangan gempa bumi, air laut dekat pantai surut secara tiba-tiba sehingga dasar laut terlihat, segeralah lari menuju ke tempat yang tinggi (perbukitan atau bangunan tinggi) sambil memberitahukan teman-teman yang lain.
• Jika sedang berada di dalam perahu atau kapal di tengah laut serta mendengar berita dari pantai telah terjadi tsunami, jangan mendekat ke pantai. Arahkan perahu ke laut.
• Jika gelombang pertama telah datang dan surut kembali, jangan segera turun ke daerah yang rendah. Biasanya gelombang berikutnya akan menerjang.
• Jika gelombang telah benar-benar mereda, lakukan pertolongan pertama pada korban.

2.4 Permasalahan Isu Lingkungan.
Di dunia sekarang ini sedang berkembang mengenai pemanasan global yang baru-baru ini diadakan pertemuan yang menghasilkan kesepakatan. Kesepakatan tersebut adalah dengan mengurangi hasil produksi gas emisi yang menghasilkan CO2 yang dapat mengakibatkan efek rumah kaca. Pemanasan global ini menuai cerita pro dan kontra tersendiri. Beberapa negara maju ada yang pro dengan kesepakatan atas keputusan dari Nusa Dua, Bali. Akan tetapi, negara yang menolak keputusan tersebut. Negara berkembang sebagai negara yang masih belum dapat mengontrol produksi gas emisi ini diberikan kompensasi dengan syarat tetap menyediakan tempat untuk tempat penghijauan wilayah sehingga bumi ini memiliki tempat reduksi udara sehingga dapat menyeimbangkan kondisi suhu bumi ini. Hal ini juga untuk mengurangi frekuensi dari efek rumah kaca.
Efek rumah kaca sendiri adalah peninggalan budaya tua dari tuan-tuan tanah kaya di Italia. Bangunan itu dimaksudkan untuk menciptakan cuaca mikro yang lebih hangat. Dengan memanfaatkan kehangatan tersebut para tuan tanah kaya membudidayakan mawar, lobak, sawi, brokoli atau tanaman lainnya di musim dingin sekalipun. Efek rumah kaca menurut sejarah ditemukan oleh Jean-Baptiste Joseph Fourier, ahli fisika sekaligus matematikawan Perancis pada tahun 1824. Fourier menjelaskan bahwasuhu hangat dalam rumah kaca itu terjadi karena sebagian panas sinar matahari terjebak di dalamnya karena terhalang atap dan dinding kaca. Sedangkan dinding pembentuknya adalah CO2 yang berperan memerangkap panas radiasi matahari.
Bertahun-tahun pendapat Fourier tidak dianggap karena bersifat spekulatif. Baru pada tahun 1894 Fisikawan Swedia Svante Arrhenius menegaskan bahwa CO2 lah benar yang berperan dalam menentukan suhu atmosfer bumi. Seperti halnya Fourier, temuan Svante Arrhenius itu tak menggugah kesadaran. Baru 20 tahun kemudian belakangan. Apa yang dikhawatirkan oleh ilmuan itu menjadi isu dunia. Permasalahan utamanya adalah mengenai industri sebagai penghasil CO2 skala makro dan dapat mengancam kehidupan bumi. Bayangkan saja, sejak adanya revolusi industri awal-awal tahun 1800 hingga saat ini CO2 terus di produksi. Pada awal tahun 1800 konsentrasi CO2 baru 280 ppm (parts per million) artinya 280 molekul CO2 dalam setiap satu juta molekul udara. Namun menurut data IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change) melaporkan konsentrasi karbon dioksida itu telah mencapai 383 ppm.
Lalu bagaimana dengan Indonesia yang memiliki beberapa industri yang berpeluang berpartisipasi dalam menghasilkan CO2 di wilayah Tangerang, Cikarang, Cibitung, dan daerah lain yang pada setiap pemerintah daerah memiliki kebijakan untuk mengembangkan usaha industri.
III
PENUTUP
Kesimpulan
Kerusakan di bumi ini sebabkan oleh karena ulah atau perbuatan manusia yang selalu bertindak mengeksploitasi sumber daya alam yang ada dengan sebesar-besarnya. ulah manusia itu dapat berupa pencemaran yang terdapat di air, udara, dan tanah.
Hal ini, nampak dengan unsur-unsur yang ada pada setiap elemen tersebut rusak atau mulai berkurang kualitasnya untuk dikonsumsi oleh manusia atau makhluk hidup lainnya. hal ini terbukti dengan adanya atmosfer bumi yang mulai memanas akibat pemanasan global. Serta hujan asam yang terjadi akibat adanya perubahan unsur yang terdapat dalam kandungan air. Begitu juga dengan fenomena el nino dan la nina juga tsunami yang memang sebagian besar adalah dari alam langsung dengan sedikit pengaruh dari buah tangan manusia.
Saran
Pada masa saat ini manusia sering melupakan akan keseimbangan yang ada di lingkungan sekitarnya. Banyak dari mereka memanfaatkan sumber daya alam tanpa mempertimbangkan hukum alam yang akan terjadi. Manusia sering menggunakan sumber daya alam dengan eksploitasi besar-besaran tanpa memperbarui kembali untuk kepentingan masa mendatang. kebanyakan dari mereka hanya memikirkan kebutuhan mendesak saat ini yang harus dipenuhi dengan memanfaatkan sumber daya alam sebesar-besarnya dengan tidak memikirkan segala resiko atau dampak dari akibat perlakuannya terhadap lingkungan. Maka dari itu, sebaiknya lingkungan disekitar baiknya dijaga dan diseimbangkan dengan mengadakan program lingkungan hidup untuk kehidupan selanjutnya dengan mempertimbangkan hukum alam yang terjadi. Seperti umur bumu yang sudah semakin rapuh, gejala reaksi alam yang membuat bencana dikemudian hari, dan lain sebagainya.

Komentar